Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berbincang dengan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert bersama delegasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan dan perluasan kerja sama antara Swedia dan Jatim di berbagai sektor strategis.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Gubernur Khofifah Ajak SPPG Perkuat Tata Kelola MBG, Imbau Kepala Daerah Jaga Mutu Layanan
- Malam Terakhir Ramadan 2026, Khofifah Gelar Qiyamul Lail dan Lomba Kreativitas di Gedung Grahadi
- Hore! Gubernur Jatim Gratiskan Transjatim Selama Dua Hari saat Lebaran, Idulfitri Jadi Lebih Hemat
Gubernur Jatim menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai tim delegasi Swedia yang hadir memiliki kapasitas kuat untuk membangun kemitraan konkret di berbagai sektor, termasuk industri, energi, dan transportasi.
Khofifah menyebut, dalam waktu dekat, Pemprov Jatim akan meluncurkan perencanaan Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Kehadiran Dubes Swedia dinilai menjadi penguatan tersendiri, terutama dalam aspek teknologi perkeretaapian dan pengembangan transportasi publik, termasuk manajemen parkir.
“Teknologi di bidang railway bisa kita bangun kemitraan. Termasuk transportasi publik dan manajemen parkir,” kata Khofifah.
Kerja sama Jatim-Swedia, lanjut Khofifah, telah terjalin cukup lama. Swedia tercatat telah berinvestasi di sektor galangan kapal (ship building) di Banyuwangi selama lebih dari 30 tahun.
Selain itu, Dubes Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menjajaki kerja sama beasiswa ke Swedia. Khofifah juga mendorong dukungan bagi penguatan Bahasa Inggris di enam SMA Taruna milik Pemprov Jatim.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




