Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat berjumpa dengan Presiden Prabowo Subianto. (Ist)
Selanjutnya, program pemberian insentif untuk kader seperti posyandu dan KB, peningkatan insentif RT/RW, Halo Masbup 2.0, Gercep Sahaja administrasi kependudukan, peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD), dan pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa sejahtera juga telah direalisasikan di 2025.
Dalam pemerintahannya, Bupati Kediri itu berkomitmen untuk melanjutkan program revitalisasi pasar tradisional. Setelah sebelumnya berhasil merevitalisasi Pasar Wates, awal periode kedua Mas Dhito melakukan revitalisasi Pasar Ngadiluwih.
Program lain yang secara bertahap mulai dijalankan yakni 30.000 lapangan pekerjaan baru. Pada tahun 2025 dimulai dengan 6.000 lebih lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat kabupaten kediri yang akan terus dilanjutkan tahun berikutnya.
Di sektor pariwisata, Mas Dhito juga mulai melakukan pengembangan wisata dengan gebrakan membuka wisata Ubalan di akhir tahun 2025, dan tahun ini melanjutkan pembangunan akses jalan ke wisata Gunung Kelud.
“Kelud ini tahun 2026 saya mau selesaikan akses jalan sampai ke kawah, kemudian yang kedua (terkait) safetynya,” ungkap Mas Dhito.
Bidang infrastruktur yang menjadi bagian program prioritasnya, menurut Mas Dhito, saat ini keluhan masyarakat banyak pada jalan, terutama jalan desa. Adapun skema untuk pembangunan jalan desa yakni dengan pemberian BKK dimana pengerjaannya dilakukan desa. Hanya saja, untuk saat ini belum memungkinkan dengan kondisi keterbatasan ruang fiskal daerah. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




