Tradisi Unik di Desa Tempuran, Potong Rambut Massal dan Kerja Bakti Sambut Bulan Suci Ramadhan

Tradisi Unik di Desa Tempuran, Potong Rambut Massal dan Kerja Bakti Sambut Bulan Suci Ramadhan Tradisi potong rambut massal menyambut bulan Ramadhan di Desa Tempuran, Ngawi.

NGAWI, BANGSAONLINE.com – Suasana halaman masjid di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat (20/2/2026). Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, warga setempat menggelar tradisi unik yang telah diwariskan secara turun-temurun, yakni potong rambut massal.

Sejak pagi hari, warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengantre. Tradisi ini bukan sekadar urusan merapikan penampilan, melainkan memiliki filosofi mendalam sebagai simbol pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa.

Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur warga karena kembali dipertemukan dengan bulan penuh berkah.

Salah satu warga, Kukuh Setia Sembodo, mengungkapkan kegembiraannya bisa berpartisipasi dalam tradisi tahunan ini. Baginya, momen ini lebih dari sekadar potong rambut cuma-cuma.

"Senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Selain gratis, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan dengan teman-teman dan warga lainnya," ujar Kukuh di sela-sela kegiatannya.

Kegiatan ini pun menjadi bukti kuatnya solidaritas warga Desa Tempuran. Para tukang cukur di desa tersebut secara sukarela memberikan jasa mereka tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Tokoh masyarakat setempat, Bambang Suparyono, menegaskan bahwa tradisi ini akan terus dipertahankan sebagai identitas budaya desa sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

"Tradisi cukur massal ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan terus dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga," kata Bambang.

Tak hanya fokus pada kebersihan diri, warga juga melanjutkan agenda dengan kerja bakti massal. Mereka bahu-membahu membersihkan seluruh area masjid agar suasana ibadah selama Ramadhan nanti terasa lebih bersih, suci, dan nyaman.

Melalui tradisi ini, warga Desa Tempuran berharap kearifan lokal tersebut tidak pudar tergerus zaman. Cukur massal ini menjadi pengingat penting bagi setiap individu untuk menyucikan hati dan raga dalam menyambut bulan yang mulia. (nal/rev)