Bill Gates. Foto: X.
"Jika dilihat ke belakang, siapa yang akan menyangka? Saya tidak menginvestasikan satu miliar dolar dengan mengatakan, 'Oh ya, ini akan menjadi investasi yang menguntungkan seratus kali lipat,'" ujarnya.
Microsoft mulai menuai keuntungan dari investasinya pada bulan Oktober ketika OpenAI melakukan restrukturisasi yang memberikan Microsoft 27% saham di perusahaan tersebut, senilai sekitar USD 135 miliar (Rp 2.272 triliun). Microsoft juga melepaskan eksklusivitas cloud-nya dengan OpenAI, tetapi tetap mencapai kesepakatan yang memungkinkan OpenAI membeli layanan Azure senilai USD 250 miliar secara bertahap.
Kemudian bulan Januari, Microsoft melaporkan OpenAI meningkatkan pendapatan bersihnya hingga mencapai USD 7,6 miliar (dikonversikan Rp 127 triliun). OpenAI dilaporkan akan membayar 20% dari pendapatannya hingga tahun 2032 kepada pendukung teknologi besarnya berdasarkan kesepakatan yang telah diubah yang juga memberikan perusahaan AI tersebut lebih banyak fleksibilitas dalam hal sumber daya komputasi, termasuk dari perusahaan selain Microsoft.
Meskipun awalnya ragu, Gates kemudian terkesan dengan AI dan perkembangannya yang pesat hanya dalam beberapa tahun.
Dalam penampilan di The Tonight Show tahun lalu, salah satu pendiri Microsoft tersebut mengatakan kepada pembawa acara Jimmy Fallon bahwa berkat meningkatnya AI, pada akhirnya manusia tidak akan dibutuhkan untuk sebagian besar hal.
"Akan ada beberapa hal yang akan kita simpan untuk diri kita sendiri, tetapi dalam hal membuat barang, memindahkan barang, dan menanam makanan, seiring waktu hal-hal itu pada dasarnya akan menjadi masalah yang terpecahkan," katanya. Demikian melansir Yahoo! Finance.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




