Ny. Sinta Nuriyah Wahid bersama Antok (kiri, duduk) bersama tamu undangan.
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Istri Presiden keempat Republik Indonesia, Ny. Sinta Nuriyah Wahid mengunjungi Rumah Lansia Ibu dan Anak Gusdurian Mojokutho, Kecamatan Pare Minggu (1/3/2026), dalam rangka silaturahmi dan berbagi kepedulian pada Ramadan 1447 Hijriah.
Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menyapa para penghuni sekaligus memberikan dukungan moral kepada pengurus dan relawan yang merawat para lansia.
Dalam kesempatan itu, Ny. Sinta Nuriyah Wahid berpesan agar para pengelola terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan.
Menurut dia, keberadaan rumah kemanusiaan seperti Rumah Lansia Gusdurian memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian.
"Merawat lansia bukan hanya soal memberikan tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan," ucapnya.
Selain menyampaikan pesan moral, ia juga menyerahkan santunan kepada para penghuni sebagai bentuk kepedulian di bulan suci Ramadan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para lansia tampak antusias menyambut kedatangan tokoh yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial tersebut.
Sinta Nuriyah merupakan istri Presiden keempat RI, almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang dikenal memperjuangkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberagaman.
Sementara itu, penggerak komunitas Gusdurian Mojokutho, Anugrah Yunianto yang akrab disapa Antok Mbeler, menyebut kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi para relawan dalam menjalankan kegiatan sosial.
"Kehadiran Ibu Sinta menjadi energi baru bagi kami. Beliau tidak hanya datang bersilaturahmi, tetapi juga memberikan pesan agar kami tetap istiqamah merawat para lansia dengan penuh keikhlasan," ungkap Antok.
Menurut Antok, Rumah Lansia Ibu dan Anak Gusdurian Mojokutho didirikan sebagai ruang kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian, khususnya lansia yang tidak lagi memiliki tempat tinggal atau keluarga yang merawat.
"Kami berharap rumah kemanusiaan ini bisa terus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi para lansia. Saat ini Rumah Lansia Ibu dan Anak Gusdurian Mojokutho, sedikitnya telah di huni kurang lebih 50 orang dan memiliki dua tempat hunian di Pare, "tutup Antok. (uji/van)














