Kepulan asap menjulang di wilayah Doha, Qatar, saat Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan AS di negara tersebut. Foto: dok. AFP
Sistem radar AN/FPS-132 merupakan radar peringatan dini yang sangat penting untuk sistem pertahanan udara modern, karena memungkinkan pendeteksian, pelacakan, dan pencegatan tepat waktu. Radar ini dirancang untuk mendeteksi dan melacak peluncuran rudal balistik pada jarak ekstrem.
AS memasang sistem radar canggih ini di pangkalan udara Al Udeid di Qatar -- pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah -- pada tahun 2013, dengan biaya sekitar US$ 1,1 miliar.
Jika terkonfirmasi, maka hancurnya sistem radar canggih itu mengindikasikan penurunan signifikan kemampuan peringatan dini rudal AS di kawasan Teluk Persia.
Iran melancarkan serangan serentak terhadap pangkalan-pangkalan AS di sedikitnya enam negara Teluk, seperti Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania dan Arab Saudi, sebagai pembalasan atas gelombang serangan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
IRGC menyebut empat pangkalan utama AS di kawasan tersebut menjadi target "serangan rudal intensif".
Iran mengklaim setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat rentetan serangan pembalasan mereka. Namun AS sejauh ini mengonfirmasi sedikitnya empat tentaranya tewas akibat serangan pembalasan Iran. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




