Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Vinanda juga menyinggung sektor fiskal daerah yang menurutnya harus disusun secara cermat dengan memprioritaskan kebutuhan utama masyarakat.
"Kita akan menyesuaikan dan berkolaborasi dengan provinsi maupun pusat agar yang tidak bisa dibackup APBD bisa dibantu provinsi maupun pusat dan swasta. Kalau pemerintah sendiri tidak akan bisa kita harus bersama-sama," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kediri.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,74 persen. Angka tersebut perlu dicermati karena struktur ekonomi Kota Kediri memiliki karakteristik tersendiri, terutama dengan kontribusi besar dari sektor industri pengolahan.
Jika sektor industri pengolahan dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menunjukkan tren berbeda. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi tanpa sektor tersebut mencapai 5,09 persen, kemudian meningkat signifikan menjadi 7,33 persen pada 2025.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri tercatat sebesar 82,71 dan menempati peringkat kelima di Jawa Timur.
Tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 3,76 persen atau turun 0,15 poin dibandingkan tahun 2024. Sementara tingkat kemiskinan berada di angka 6,04 persen atau menurun 0,47 poin dari tahun sebelumnya.
Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Partisipasi Bersama dalam rangka penyusunan RKPD Kota Kediri tahun 2027.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Forum Anak, Ketua Fatayat NU, Ketua Aisyiyah, Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil, Sekretaris Eksekutif KADIN, Kepala BPS, Kepala DPUPR, Pj Sekda, Plt Kepala Bappeda Provinsi Jatim, Ketua DPRD, serta Wali Kota Kediri. (uji/van)















