Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memaparkan sejumlah isu strategis pembangunan Kota Kediri tahun 2027 dalam Musrenbang RKPD Kota Kediri 2027, Jumat (13/03/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri dan membahas arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Isu strategis yang disampaikan meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur serta lingkungan kota berkelanjutan, pemantapan tata kelola pemerintahan, hingga transformasi ekonomi dan penguatan investasi.
"Kita lihat bersama bahwa sebenarnya dari pusat, provinsi hingga daerah program prioritas kita sama. Yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Karena ini sejalan harapan kami nantinya bisa saling mendukung dimana artinya dari pusat hingga daerah kita bisa sinkron," ujarnya.
Dalam forum tersebut dijelaskan rancangan tema RKPD Kota Kediri tahun 2027 yakni Penguatan Layanan Dasar dan Akselerasi Transformasi Pembangunan melalui Inovasi, SDM, dan Infrastruktur untuk Penguatan Daya Tarik Kota.
Pemerintah Kota Kediri juga menetapkan tujuh prioritas pembangunan pada 2027. Pertama, penguatan layanan dasar untuk meningkatkan kualitas SDM.
Kedua, penguatan kerukunan sosial dan kebudayaan lokal sebagai identitas kota. Ketiga, optimalisasi infrastruktur kota yang berkualitas dan berkelanjutan.
Prioritas lainnya yakni peningkatan kualitas lingkungan hidup, penguatan kualitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang responsif serta inovatif, penguatan pemberdayaan kelurahan dan ekonomi kerakyatan termasuk ekosistem pariwisata, serta penurunan angka kemiskinan dan peningkatan perlindungan sosial.
"Layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ini menjadi prioritas utama kami karena pendidikan dan kesehatan ini membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kita juga ada program BOSDA, harapannya anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan tidak perlu khawatir untuk bersekolah. Lalu untuk beasiswa di tingkat SMA maupun Perguruan Tinggi ini adalah upaya pemda untuk meningkatkan IPM agar nanti warga Kota Kediri tidak hanya lulusan SMA atau SMP saja," jelas wali kota termuda ini.
Vinanda juga menyinggung sektor fiskal daerah yang menurutnya harus disusun secara cermat dengan memprioritaskan kebutuhan utama masyarakat.
"Kita akan menyesuaikan dan berkolaborasi dengan provinsi maupun pusat agar yang tidak bisa dibackup APBD bisa dibantu provinsi maupun pusat dan swasta. Kalau pemerintah sendiri tidak akan bisa kita harus bersama-sama," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kediri.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,74 persen. Angka tersebut perlu dicermati karena struktur ekonomi Kota Kediri memiliki karakteristik tersendiri, terutama dengan kontribusi besar dari sektor industri pengolahan.
Jika sektor industri pengolahan dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menunjukkan tren berbeda. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi tanpa sektor tersebut mencapai 5,09 persen, kemudian meningkat signifikan menjadi 7,33 persen pada 2025.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri tercatat sebesar 82,71 dan menempati peringkat kelima di Jawa Timur.
Tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 3,76 persen atau turun 0,15 poin dibandingkan tahun 2024. Sementara tingkat kemiskinan berada di angka 6,04 persen atau menurun 0,47 poin dari tahun sebelumnya.
Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Partisipasi Bersama dalam rangka penyusunan RKPD Kota Kediri tahun 2027.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Forum Anak, Ketua Fatayat NU, Ketua Aisyiyah, Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil, Sekretaris Eksekutif KADIN, Kepala BPS, Kepala DPUPR, Pj Sekda, Plt Kepala Bappeda Provinsi Jatim, Ketua DPRD, serta Wali Kota Kediri. (uji/van)















