Aktivis Soroti Banjir Pasuruan, Desak Gubernur Jatim Keluarkan Moratorium Izin Tambang

Aktivis Soroti Banjir Pasuruan, Desak Gubernur Jatim Keluarkan Moratorium Izin Tambang Lujeng Sudarto

PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Aktivis Pasuruan raya, Lujeng Sudarto menyoroti penanganan banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir.

Ia mendesak pemerintah provinsi Jawa Timur mengambil langkah konkret. Lujeng menilai pejabat publik tidak cukup hanya melakukan simbolisasi tanpa kebijakan nyata.

"Tugas pejabat itu bukan sekedar melakukan gimmick, tapi memberi solusi kebijakan dan tindakan konkret terkait permasalahan yang dihadapi dan dirasakan rakyatnya," kata Lujeng di kediamannya di Batu Mas, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (27/3/2026).

"Gubernur Khofifah kira-kira tahu penyebab banjir rutin yang melanda Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan," imbuhnya. 

Hal itu  disampaikannya menyusul kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke wilayah terdampak banjir di Kecamatan Rejoso.

Kunjungan tersebut dilakukan saat genangan air belum sepenuhnya surut pada Kamis (26/3/2026).

Dalam peninjauan itu, Khofifah didampingi Dandim 0819 Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko dan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobi Asrori.

Lujeng juga menyoroti pentingnya kebijakan lingkungan dalam mengatasi banjir. Ia mendorong adanya moratorium izin pertambangan di wilayah Pasuruan.

"Mumpung Gubernur turun ke lokasi banjir, mestinya ada yang mengajukan usul moratorium izin pertambangan. Sebab dampak dari kerusakan lingkungan itu sangat dirasakan betul oleh masyarakat pasuruan raya. Jangankan tambang ilegal yang legal juga itu sangat pengaruh kepada kerusakan lingkungan," ungkapnya.

"Kalau mereka tidak ditegaskan mau dibuat bencana seperti apalagi pasuruan ini," tandasnya. (afa/van)