Jatim 7 Tahun Beruntun Juara SNBP & KIP-K 2026, Senator Lia Istifhama Puji Gubernur Khofifah

Jatim 7 Tahun Beruntun Juara SNBP & KIP-K 2026, Senator Lia Istifhama Puji Gubernur Khofifah Lia Istifhama, Anggota DPD RI dari Jawa Timur.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan dominasinya di bidang pendidikan tinggi tingkat nasional. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, Jawa Timur sukses meraih peringkat tertinggi dalam penerimaan mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Capaian prestisius ini mendapat apresiasi mendalam dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Lia Istifhama. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah provinsi di bawah komando Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Berdasarkan data resmi, Jawa Timur mencatatkan jumlah peserta terbanyak yang diterima melalui jalur SNBP dengan total 29.406 siswa, melampaui capaian provinsi besar lainnya seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara pada jalur KIP-K 2026, Jawa Timur juga menduduki posisi puncak dengan 8.915 penerima.

“Ini capaian luar biasa yang patut kita syukuri bersama. Saya mengapresiasi kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur,” ujar Lia Istifhama dalam keterangannya.

Prestasi ini sekaligus memperpanjang catatan emas Jawa Timur yang selama tujuh tahun berturut-turut konsisten berada di posisi teratas nasional. Menurut Lia, keberhasilan ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi, satuan pendidikan, dan peran aktif masyarakat.

Bagi senator yang akrab disapa Ning Lia ini, tingginya angka penerimaan SNBP mencerminkan daya saing akademik siswa Jawa Timur yang sangat kompetitif. Di sisi lain, dominasi pada KIP-K menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam menjamin keadilan akses pendidikan.

“Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana akses pendidikan semakin terbuka luas, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi,” tegasnya.

Lia berharap tren positif ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan kualitasnya. Ia meyakini bahwa akses pendidikan tinggi yang luas akan melahirkan generasi muda Jawa Timur yang mampu berkontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa di masa depan.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal,” pungkas Lia Istifhama.

Dengan capaian ini, Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai barometer pendidikan nasional yang mampu menyelaraskan kualitas akademik dengan pemerataan akses bagi masyarakat kurang mampu.