Ketua DPRD Kabupaten Kediri Beri Peringatan Keras Terkait Kebijakan Work From Home

Ketua DPRD Kabupaten Kediri Beri Peringatan Keras Terkait Kebijakan Work From Home Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro.

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Ketua Kabupaten Murdi Hantoro mengingatkan kebijakan Work From Home () bagi ASN tidak mengganggu pelayanan publik.

Ia menilai risiko perlambatan layanan menjadi perhatian utama di tengah penerapan kebijakan tersebut.

"Pelayanan publik itu yang paling rawan terdampak. Kalau tidak diantisipasi sejak dini, bisa terjadi keterlambatan yang merugikan rakyat," kata Murdi, kepada awak media, Jumat (3/4/2026).

Murdi mendesak pemerintah daerah segera melakukan adaptasi teknologi.

Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas layanan tetap terjaga meski pegawai bekerja dari rumah.

Ia juga menyoroti adanya celah penyalahgunaan kebijakan . Baginya, kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat ini memiliki tujuan mulia untuk efisiensi energi, namun seringkali disalahartikan oleh oknum ASN sebagai hari libur tambahan.

Ia menekankan bahwa status berarti kewajiban kerja tetap melekat secara penuh.

Aktivitas non-pekerjaan seperti bepergian ke luar kota atau sekadar jalan-jalan di jam dinas adalah pelanggaran integritas.

"Jangan sampai ini malah dijadikan kesempatan untuk libur panjang. Itu jelas menyimpang. Prinsipnya tetap kerja, bukan pindah lokasi kerja ke tempat wisata," ujarnya.

Salah satu alasan utama adalah menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah dinamika energi global.

Namun, Murdi menilai tujuan ini akan gagal total jika ASN justru menggunakan waktu tersebut untuk mobilitas pribadi yang tinggi.

"Tujuannya penghematan, tapi kalau malah dipakai jalan-jalan, ya itu kontradiktif. Bukannya hemat, malah boros energi dan biaya," tambahnya. Ia mengingatkan bahwa kondisi global saat ini tidak menentu, sehingga kedisiplinan ASN dalam menghemat energi sangat diperlukan.

Terkait distribusi energi di wilayah , Murdi mengungkapkan bahwa sejauh ini stok BBM masih dalam kondisi normal tanpa ada antrean panjang di SPBU. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan lebih bersifat langkah preventif.

"Di distribusi masih normal, belum ada gejolak. Jadi ini memang lebih ke langkah antisipasi terhadap situasi ekonomi dunia yang terpengaruh konflik internasional," jelasnya.

Meski intensitas kerja di kantor berkurang, Kabupaten berkomitmen tetap menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Murdi menjamin bahwa pintu aspirasi masyarakat tidak akan tertutup.

"Tidak boleh ada alasan pelayanan berhenti hanya karena . tetap harus hadir untuk memastikan roda pemerintahan dan aspirasi masyarakat berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya. (uji/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO