Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro.
"Jangan sampai WFH ini malah dijadikan kesempatan untuk libur panjang. Itu jelas menyimpang. Prinsipnya tetap kerja, bukan pindah lokasi kerja ke tempat wisata," ujarnya.
Salah satu alasan utama WFH adalah menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah dinamika energi global.
Namun, Murdi menilai tujuan ini akan gagal total jika ASN justru menggunakan waktu tersebut untuk mobilitas pribadi yang tinggi.
"Tujuannya penghematan, tapi kalau malah dipakai jalan-jalan, ya itu kontradiktif. Bukannya hemat, malah boros energi dan biaya," tambahnya. Ia mengingatkan bahwa kondisi global saat ini tidak menentu, sehingga kedisiplinan ASN dalam menghemat energi sangat diperlukan.
Terkait distribusi energi di wilayah Kediri, Murdi mengungkapkan bahwa sejauh ini stok BBM masih dalam kondisi normal tanpa ada antrean panjang di SPBU. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan WFH lebih bersifat langkah preventif.
"Di Kediri distribusi masih normal, belum ada gejolak. Jadi ini memang lebih ke langkah antisipasi terhadap situasi ekonomi dunia yang terpengaruh konflik internasional," jelasnya.
Meski intensitas kerja di kantor berkurang, DPRD Kabupaten Kediri berkomitmen tetap menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Murdi menjamin bahwa pintu aspirasi masyarakat tidak akan tertutup.
"Tidak boleh ada alasan pelayanan berhenti hanya karena WFH. DPRD tetap harus hadir untuk memastikan roda pemerintahan dan aspirasi masyarakat berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




