Menu MBG SPPG Karang Penang Sampang dibungkus kertas yang memicu kontroversi
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kabupaten Sampang menyoroti pemindahan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari ompreng ke bungkus kertas yang dinilai berisiko terhadap kualitas makanan.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes dan KB Sampang, Agus Mulyadi, mengaku belum mengetahui secara pasti alasan perubahan mekanisme tersebut.
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
- Pemkot Kediri Tindaklanjuti Kasus Keracunan 73 Siswa Program MBG
Ia menyebut belum jelas apakah pemindahan dilakukan atas permintaan penerima manfaat atau menjadi bagian dari prosedur penyaluran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski demikian, Agus menegaskan pemindahan makanan, khususnya menu basah, berpotensi menurunkan kualitas dan tingkat higienitas.
“Saya tidak mengetahui mengapa dipindah, namun kalau menu MBG itu dipindahkan dapat meningkatkan risiko kontaminasi, menurunkan suhu makanan dan tidak higienis,” katanya.
Menurutnya, meskipun kandungan gizi tidak serta-merta berubah, proses pemindahan ke wadah lain dapat meningkatkan potensi kontaminasi dan mempercepat pembusukan.
“Kalau nilai gizi tidak akan berubah, tapi kemungkinan terjadinya kontaminasi itu sangat besar,” cetusnya.
Agus juga menyampaikan pihaknya belum mendalami secara rinci regulasi atau petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait mekanisme penyaluran MBG, termasuk ketentuan mengenai pemindahan makanan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




