Kasatreskrim Polres Batu, AKP Joko Supriyanto, bersama jajaran DPUPR Provinsi Jatim saat melakukan survei di lokasi jembatan. (dok. Ist)
Selain pagar, sistem pengawasan juga akan diperkuat melalui pemasangan kamera CCTV dan lampu penerangan di sepanjang area jembatan.
"Rencananya, juga dipasang kamera pengawas (CCTV) di sepanjang area jembatan, selain itu juga dipasang lampu untuk menerangi jalan, sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengendara yang setiap harinya melintas," paparnya.
Joko menambahkan, pembangunan pagar pengaman menjadi tanggung jawab DPUPR Provinsi Jawa Timur, sementara fasilitas pendukung lainnya masih dalam proses pengajuan oleh pemerintah daerah.
"Kalau untuk pemasangan CCTV, listrik, dan lampu penerangan jalan, saat ini masih dalam proses pengajuan oleh Pemkot Batu,” urainya.
Sementara itu, warga Desa Sumberbrantas, Purnomo (49), mengapresiasi rencana tersebut dan berharap dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Terus terang saya mengapresiasi sekaligus mendukung, maka dengan begitu tidak ada aksi nekat untuk bunuh diri lagi, sehingga para wisatawan yang berkunjung ke Cangar semakin banyak dan tidak terkesan aura mistis, sehingga perekonomian warga disini terdongkrak naik," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah maupun provinsi dapat menekan potensi kejadian serupa.
"Karena sudah dua kali ini terjadi, tentu hal itu juga meresahkan warga disini (Cangar-red). Kami berharap, Jembatan Cangar tidak lagi menjadi tempat rawan untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, tapi menjadi jalan alternatif yang aman dan nyaman bagi para pengendara dan pengguna jalan yang melintas," tandasnya. (asa/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




