Santri MTs di Sidoarjo Diduga Dianiaya Pengurus Ponpes, Keluarga Minta Keadilan

Santri MTs di Sidoarjo Diduga Dianiaya Pengurus Ponpes, Keluarga Minta Keadilan Kuasa hukum keluarga korban, Rony Wong

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Seorang santri kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Ponpes Al Hikmah Al Hidayah, Dung Cangkring, Jabon, diduga menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan salah satu terduga pelaku bernama Gus Nabil.

Peristiwa itu disebut terjadi pada 30 April 2026 usai salat Isyak di area pondok pesantren. Korban bernama Muh. Iqbal dilaporkan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai mata, dada, hingga rahang.

Selain mengalami luka fisik, korban juga disebut mengalami trauma berat akibat dugaan kekerasan tersebut.

Ayah korban, Nanang Abdul Muin, mengaku putranya dipukul setelah sempat meminta izin menunaikan salat terlebih dahulu saat diminta mengantarkan makanan kepada keluarga terduga pelaku.

“Anak saya bilang kalau salat dulu. Tapi setelah Isyak justru dipukul di bagian mata, dada, dan rahang. Setelah itu masih disuruh mencuci mobil sambil diancam kalau tidak bersih orang tuanya akan dipanggil dan diludahi,” ujar Nanang, Kamis (21/5/2026).

Nanang mengatakan kondisi anaknya hingga kini masih membutuhkan pendampingan medis dan psikologis akibat trauma pascakejadian tersebut.

Pihak keluarga juga meminta pengelola pondok pesantren bersikap kooperatif dan bertanggung jawab atas dugaan tindak kekerasan yang dialami korban.

“Kami hanya ingin ada tanggung jawab dan penyelesaian yang baik. Anak kami mengalami luka dan trauma cukup parah,” katanya.

Menurut Nanang, pihak pondok pesantren bersama ketua yayasan, terduga pelaku, dan keluarga pondok sempat mendatangi rumah korban pada 4 Mei 2026 sebagai bentuk itikad baik.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, pihak pondok berjanji menyelesaikan persoalan dan memastikan pengobatan korban tetap berlanjut.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Rony Wong, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk menindaklanjuti dugaan penganiayaan tersebut.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang terkait dugaan penganiayaan ini. Harapannya proses hukum berjalan objektif dan korban mendapatkan perlindungan,” ujar Rony.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola Ponpes Al Hikmah Al Hidayah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut. (cat/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Detik-Detik Pencurian Sepeda Motor di Krian Sidoarjo Terekam CCTV, Pelaku Mengenakan Seragam Ojol':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO