Ilustrasi
Sebelumnya, analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, juga menilai penguatan rupiah dipengaruhi kebijakan penyesuaian harga Pertamax yang dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi fiskal pemerintah.
“Transmisi kebijakan kenaikan harga BBM non subsidi dinilai baik (oleh pelaku pasar) terhadap fiskal pemerintah dan risiko sosial politik yang masih terkendali,” terang dia.
Menurut pelaku pasar, keberanian pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi dipandang sebagai langkah rasional yang berpotensi meningkatkan kembali kepercayaan investor.
Kebijakan tersebut dinilai berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang cenderung mengedepankan kebijakan populis.
Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini juga sejalan dengan pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia. Won Korea Selatan menguat 0,3 persen, peso Filipina naik 0,22 persen, baht Thailand terapresiasi 0,22 persen, rupee India bertambah 0,09 persen, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru ditutup melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 0,13 persen, diikuti ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen, yuan China turun 0,03 persen, serta yen Jepang yang terkoreksi tipis 0,02 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




