Setelah mendapatkan penanganan awal, dokter memutuskan anaknya harus menjalani perawatan intensif agar kondisinya dapat dipantau secara maksimal.
"Begitu sampai di IGD, anak saya langsung ditangani oleh dokter dan tenaga kesehatan. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan bahwa kondisi anak saya perlu mendapatkan perawatan intensif dan langsung diarahkan ke ruang ICU. Saya merasa lega karena penanganannya cepat dan tidak berbelit-belit," jelasnya.
Noni menuturkan, selama masa perawatan dirinya tidak perlu mengkhawatirkan biaya pelayanan kesehatan karena seluruh proses pengobatan ditanggung oleh Program JKN sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, hal tersebut sangat membantu keluarga, terutama saat menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat.
"Alhamdulillah, selama anak saya dirawat mulai dari IGD, ICU sampai rawat inap semuanya berjalan dengan baik. Saya tidak dipungut biaya tambahan di luar ketentuan yang berlaku. Program JKN benar-benar sangat membantu kami sebagai masyarakat."
"Dalam kondisi seperti itu, yang paling penting bagi orang tua adalah anak bisa segera mendapatkan pertolongan tanpa harus memikirkan biaya," katanya.
Lebih lanjut, Noni menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan kepada anaknya.
Menurut dia, keberadaan Program JKN memberikan rasa aman bagi masyarakat karena memudahkan akses layanan kesehatan saat dibutuhkan.
"Tentunya terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menghadirkan Program JKN dan juga kepada dokter serta tenaga kesehatan yang telah merawat anak saya dengan baik. Semoga Program JKN terus ada dan semakin baik sehingga dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," pungkas Noni. (ris/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




