Penandatanganan MoU yang melibatkan pemerintah daerah, koperasi, akademisi, dan lembaga jasa keuangan sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem susu sapi perah yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Sistem ini berpotensi dimanfaatkan oleh sekitar 10.000 peternak anggota koperasi untuk meningkatkan efisiensi tata kelola usaha dan memperkuat rantai nilai industri susu sapi perah.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menegaskan kolaborasi lintas pihak menjadi faktor penting memperkuat daya saing sektor peternakan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Dengan semangat kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak, kami optimistis ekosistem susu sapi perah Jawa Timur dapat menjadi model digitalisasi rantai nilai UMKM yang menginspirasi daerah lain di Indonesia,” katanya.
Sebagai dukungan nyata, sejumlah lembaga keuangan seperti BRI, Bank Jatim, Bank UMKM Jawa Timur, BPRS Al Hijrah Thayibah, dan Jasindo menyerahkan akses keuangan secara simbolis kepada pelaku usaha sektor peternakan.
OJK menegaskan akan terus memperluas akses keuangan, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong digitalisasi sektor riil guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (mid/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




