Para rekan korban saat dimintai keterangan di Polsek Tambaksari
Amirudin juga menambahkan dari aksi tawuran suporter Bonek Persebaya tersebut, kini pihak Polsek Tambaksari melakukan pemeriksaan kepada kelompok korban Bonek Sepanjang. Pemeriksaan dilakukan guna mencari siapa pelaku aksi tawuran yang menyebabkan korban jiwa.
"Kami lakukan pemeriksaan hampir puluhan kelompok Bonek Sepanjang atau kelompok korban. Dari keterangan para kelompok Bonek Sepanjang tidak kenal dengan kelompok lawan atau yang membacok korban. Selama kejadian para kelompok korban kondisi mabuk berat setelah pesta miras," tambah Amirudin.
Usai menerima laporan kejadian, personel Reskrim Polsek Tambaksari bersama Satgas BPBR Surabaya memberikan pertolongan dengan mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit.
Gionaldo dibawa ke RS Ubaya Tenggilis Mejoyo, sedangkan Bobi dilarikan ke RSI Jemursari untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setibanya di RS Ubaya, Gionaldo dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses visum.
Sementara itu, kondisi Bobi dilaporkan masih kritis dan menjalani perawatan intensif.
Salah seorang petugas keamanan Cafe Kateko di Jalan Sumatra, Tambaksari, bernama Setyo, membenarkan adanya aksi tawuran yang terekam kamera pengawas di lokasi.
"Memang pada waktu kejadian buka saya yang jaga tapi satpam shift malam. Rekaman CCTV di tempat kami menyorot langsung ke lokasi, terlihat adanya aksi tawuran bermula di seberang jalan atau depan kantor pajak dan berlanjut didepan cafe Kateko," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Gionaldo masih menunggu proses penjemputan jenazah dari RS Bhayangkara untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Pilang. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




