Dapur umum yang dibuat warga secara swadaya. foto: rony suhartomo/ BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Banjir yang menggenangi tiga desa di Kabupaten Jombang belum surut hingga sabtu (2/10 pagi. Banjir menggenangi ratusan rumah warga yang terdampak banjir di tiga desa tersebut.
Sejumlah warga pun masih bertahan di pengungsian dan membuat dapur umum secara swadaya karena tidak ada bantuan dari pemerintah. Dapur didirikan warga perumahan Astapada Kelurahan Tambak Rejo Kecamatan Kota Jombang.
BACA JUGA:
- Banjir Rendam 525 Hektare Sawah dan Ratusan Rumah, DPUPR Jombang Bersihkan Sumbatan di Sungai
- Pemkab Jombang Data Keadaan Tanggul Pascabanjir
- Kapolres Jombang Beri Bantuan Bahan Makanan dan Sapa Warga Terdampak Banjir
- Hujan Deras Akibatkan Banjir 13 Titik, Pemkab Jombang akan Lakukan Normalisasi Sungai
Di daerah ini ketinggian air masih mencapai 20 hingga 30 centimeter. Sejumlah rumah nampak masih sepi karena ditinggal oleh pemiliknya mengungsi ke rumah saudaranya.
Asnawi salah satu warga Tambak Rejo mengatakan, dirinya sudah mengungsi sejak malam pergantian tahun baru hingga sekarang. Mayoritas warga yang tinggal di perumahan adalah warga luar kota.
“Mengungsi sejak malam tahu baru kemarin, di tengah malam jam kosong-kosong. Itu air sudah mulai naik. Ketinggian sekitar 50 sampai 60 centimeter. yang ngungsi disini hampir separo warga perumahan. Yang kebetulan mereka berasal dari luar kota,” ujarnya, tadi pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




