Pelayanan Tak Maksimal, Tiga Pustu di Sumenep Resmi Ditutup

Pelayanan Tak Maksimal, Tiga Pustu di Sumenep Resmi Ditutup A Fatoni. M.Si.

Salahsatunya tidak ramah saat melayani pasien, saat membuka praktik di pustu tidak sesuai dengan jam kerja sesuai dengan ketentuan pemerintah sebagai abdi negara.

Kondisi seperti itu dianggap telah mengenyampingkan tugasnya selaku pegawai kesehatan yang notabenya melayani rakyat sepenuh hati. Oleh sebab itu, keberadaan Pustu lebih baik dihapus, sementara petugasnya ditarik ke Puskemas induk.

”Kami kira ini lebih baik, sehingga yang awalnya di puskesmas induk hanya dilayani oleh petugas sukwan, nantinya akan dilayani oleh petugas yang telah berstatus PNS,” terangnya.

Fatoni mengatakan, ke depan pihaknya akan terus melakukan evaluasi, jika hasil evaluasi yang dilakukan keberadaan Pustu semakin tidak diminati masyarakat, maka tidak menutut kemungkinan pihaknya juga akan melakukan penutupan.

Sementara yang dijadikan bidikan untuk dihapus, salah satunyaPustu yang berada di Kecamatan Pasongsongan, dan Pustu yang berada di Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten.

Kendati demikian, pihaknya berharap agar semua petugas di lingkungan Dinkes, khusunya yang berada di Pustu membenahi kinerjanya. Sebab jika tidak, maka dirinya akan memberikan sanksi tegas. ”Ke depan pasti kami akan terus melakukan pembenahan,” tukasnya. (smn1/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO