Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Tempo
Sementara Direktur Eksekutif CSIS Phillips Vermonte menegaskan bahwa pemilih Jakarta paling rasional. ”Dari evaluasi kinerja, tentu ada korelasi dengan pilihan mereka mengangkat dia lagi," katanya.
CSIS merilis survei bertajuk "Calon Independen Vis a Vis Calon Partai" untuk memetakan persaingan politik dalam pemilihan gubernur 2017. Dari 400 responden, CSIS mengklaim hanya 29 persen yang tak puas terhadap kinerja Basuki.
Arya Fernades, mengungkapkan bahwa warga Jakarta yang mengakui prestasi Ahok, menilai gubernur berhasil memperbaiki seluruh sistem pelayanan kesehatan. "Banyak pembangunan besar, seperti normalisasi sungai," katanya. Masyarakat juga mengapresiasi kinerja Basuki di bidang pelayanan birokrasi yang makin cepat dan kenyamanan taman kota.
Dalam survei ini, pulik juga mengevaluasi penanganan tingkat kriminalitas. Sebagian masyarakat menilai Ahok gagal dalam bidang itu dan soal penanganan prostitusi. "Tapi secara persentase, sebagian besar mereka melihat telah ada perubahan di Jakarta," ucapnya.
Ahok juga disorot karena tingkat keikutsertaan publik terhadap Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat yang dianggap besar. Sebanyak 31 persen warga Jakarta sudah mendapat KJP dan 47,75 persen mendapat KJS. "Tingkat penerimaannya bagus, meskipun hanya dengan kualifikasi anggota tertentu," katanya.
Di bawah pemerintahan Ahok dan Djarot Syaiful, 98 persen masyarakat mengaku bangga menjadi warga Jakarta. "Akhirnya, meskipun di tengah masalah dan kecemasan, mereka tetap bangga menjadi warga Ibu Kota."
Survei CSIS digelar pada 5-10 Januari 2016 di lima wilayah Jakarta. Jejak pendapat ini menyasar 400 responden, yang diambil secara acak. Tingkat kesalahan analisis sekitar 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei "Calon Independen Vis A Vis Calon Partai" oleh CSIS ini dilakukan selama 5-10 Januari 2016 dengan mengikutsertakan 400 responden warga Jakarta yang tersebar di lima wilayah kota, kecuali Kepulauan Seribu.Metode survei menggunakan penarikan sampel secara acak dengan margin of error lebih kurang 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




