Plengsengan Ambrol di Sumenep Dibiarkan, Tunggu Korban?

Plengsengan Ambrol di Sumenep Dibiarkan, Tunggu Korban? Kondisi plengsengan yang ambrol dibiarkan, menghalangi arus sungai.

Apalagi saat ini material reruntuhan tebing yang baru dibangun itu belum diseingkirkan, sehingga membuat aliran sungai terhambat. Jika dibiarkan terlalu lama, kemungkinan besar air akan tergenang dan berpotensi terjadi luapan air saat hujan deras.

Kepala Bidang Rehab dan Rekonstruksi (RR) Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) , Sutrisno, membenarkan peritiwa tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi bencana langsung.

Berdasarkan hasil analisis sementara, kerugian tersebut ditaksir mencapai 143 juta jika perbaikan tersebut memakai bronjong, dengan kedalaman dan lebar bekas longsor 6 meter dengan panjang 43 miter. Jika plengsengan itu akan dibangun dengan memakai beton, diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 200 juta.

”Kami sudah merekap semua kebutuhan pembangunan itu. Saat ini masih diajukan ke Pemerintah Daerah untuk disetujui. Setelah mendapat persetujuan, maka akan diproses ke Dinas PU Pengairan sebagai Dinas Tekhnis, yang kemudian akan diteruskan ke DPPKA untuk ditindak lanjuti,”jelas dia.

Sedangkan untuk pekerjaannya nantinya akan dilakukan dengan cara swadaya. ”Jadi, dalam pekerjaannya nanti akan melibatkan warga setempat,” kata Sutrisno menambahkan. (jiy/fay/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Pelabuhan Gayam Sapudi Sumenep':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO