
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, yang digadang-gadang akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017 enggan dan bersumpah tidak mau jika dipasangkan dengan Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.
“Saya enggak mau, demi Allah saya enggak mau, demi Allah," kata Adhyaksa dengan nada tinggi usai menghadiri silaturahmi bakal calon Gubernur yang digelar DPD Gerindra DKI Jakarta, Jum'at (12/02) di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat.
Adhyaksa mengaku jika nanti terpilih menjadi gubernur, telah memiliki sejumlah program yang akan dilaksanakan dalam kepemimpinannya.
"Saya ingin menjadikan Jakarta green government, jadi gubernur hijau. Jakarta kembalikan pada fungsinya. Kenapa macet, kenapa banjir, karena kita mengutamakan pembangunan secara fisik selama ini. Oleh karena itu, pembangunan mal dan hotel harus dibatasi," katanya.
Ditambahkannya, untuk mengatasi macet Jakarta tidak akan cukup dengan kebijakan yang spontanitas dan frontal. Karena kebijakan itu harus dimusyawarahkan dan dibicarakan. Bahkan, kata Adhyaksa diperlukan regulasi pengaturan pembatasan kendaraan.
"Sekarang lihat tujuh menit sudah bisa dapat kendaraan, bahkan saat ini persentase distribusi kendaraan baru mayoritas di Jakarta, yakni 60 persen di DKI sisanya baru ke daerah," ujarnya kepada Wartawan.
Selain Adhyaksa, dalam silaturahmi yang digelar DPD Gerindra DKI Jakata itu hadir beberapa nama yang diperkirakan akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Mereka di antaranya adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nachrowi Ramli, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana, pengusaha Isnaini, pengamat tata kota Marco Kusumawijaya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Biem T. Benyamin, musisi kondang Ahmad Dhani. (jkt1/rev)