Sekjen PDIP: Jakarta Butuh Pemimpin seperti Risma

Sekjen PDIP: Jakarta Butuh Pemimpin seperti Risma Hasto Kristiyanto, diapit Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana. foto: BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat masih menjadi calon petahana yang kuat dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta mendatang. DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencermati kedua pasangan tersebut, termasuk bakal kepastian untuk bisa diusung kembali dalam Pilgub DKI Jakarta mendatang.

Meski begitu, kedua pasangan yang akrab disapa Ahok-Djarot ini harus banyak belajar dari sistem kepemimpinan di Surabaya.

"Khususnya bagaimana mengubah wajah DKI dari kemiskinan dan sistem birokrasi pemerintahan," kata Sekertaris Jendral DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto saat Rakercab DPC PDIP Surabaya, Sabtu (21/2) malam.

Hasto mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mampu menjadikan pemerintahan Surabaya menjadi model percontohan Nasional. Bahkan, alumnus ITS Surabaya ini didaulat menjadi Guru Tetap Sekolah Calon Kepala Daerah dari partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih.

Selain dua aspek tersebut, beberapa aspek lainnya melalui reformasi birokrasi, reformasi anggaran, serta kepemimpinan yang menjadi suri tauladan bagi jajaran birokrasinya. Termasuk menciptakan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat. "Aspek-aspek itu yang penting," imbuh Hasto.

Menurut Hasto, masyarakat DKI Jakarta cukup terbuka dengan kepemimpinan yang mampu merubah untuk lebih baik. Khususnya, kata dia, mampu menangani pemukiman kumuh, menanggulangi kemacetan, serta sistem transportasi yang bisa dirasakan seluruh lapisan.

Hasto menjelaskan, Risma selama ini telah melakukan hal tersebut. Baik dari sisi transportasi, maupun akses kemacetan dengan akses Jalur Lingkar Luar Barat dan Timur.

Mengenai kemungkinan Risma diusung untuk bertarung di DKI Jakarta, Hasto menyerahkan hal tersebut kepada masyarakat DKI Jakarta.

"Karena rakyat yang menjadi penentu. Kami masih mencermati dan terus membuka dialog-dialog mengenai keinginan tersebut. Saya rasa warga DKI cukup terbuka," pungkasnya. (lan/ns)