Tim tanggap darurat Dinsos dan BPBD membantu mengevakasi dan memberikan nasi bungkus kepada korban banjir. foto: bahri/ BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Banjir bandang yang melumpuhkan Kota Sampang selama tiga hari ini menelan satu korban nyawa lagi. Sebelumnya, dua minggu lalu banjir yang terjadi di Sampang telah menelan dua nyawa.
Kali ini korbannya adalah Abdurahman (13), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Rohmaniyah di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik. Abdurrahman meninggal setelah tenggelam dan terseret arus sungai Jumat (26/2) kemarin sekitar pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA:
- BPBD Sampang Sebut Genangan Air di Sejumlah Ruas Jalan Berangsur Surut
- BPBD Naikkan Status Banjir Sampang Jadi Siaga 2, Lebih dari Seribu KK dan Ratusan Rumah Terdampak
- Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan 2 Kecamatan Terendam, BPBD Sampang: Banjir Siaga 3
- Petugas Gabungan di Sampang Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR (Search and Rescue), jasad Abdurahman akhirnya ditemukan di Sungai Nyiburan, sekitar pukul 08.20 WIB, Minggu (28/2). Ia ditemukan dengan jarak sekitar 1 kilometer dari titik hilangnya korban. Posisi korban saat ditemukan bersandar di akar pohon Sungai Nyiburan.
“Alhamdulillah, korban banjir sudah ditemukan pukul 08.20 WIB,” terang Kapolsek Jrengik Iptu Widodo.
Sementara itu hingga pukul 17.00 WIB tadi, ketinggian air yang merendam dan meluluhlantakan Kota Sampang dalam tiga hari ini belum juga surut.
Akibatnya, banyak warga yang masih mengungsi. Warga mengaku pasrah dengan keadaan ini. Mereka juga mengaku sering kelaparan karena minimnya bantuan. Sebab, tim taruna siaga bencana (Tagana) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hanya bisa menjangkau rumah penduduk yang bisa dilewati perahu karet.
"Kami dari BPBD dan dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Sampang sudah maksimal membantu warga yang minta evakuasi dan memberi nasi bungkus. Karena kondisinya parah, kami hanya bisa bantu yang terjangkau saja, karena debit air tetap tinggi," ucap Imron salah satu petugas Dinsos Sampang. (hri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




