Menkominfo, Rudiantara saat memberikan keterangan kepada media terkait uber dan grab di Aula Kemeninfo Jl Medan Merdeka Barat Jakarta, Selasa (15/03) sore. foto: rakisa/ BANGSAONLINE
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyatakan aplikasi transportasi berbasis online merupakan aplikasi yang bersifat netral. Maka dari itu, pihaknya mengatakan masih belum bisa memutuskan apakah akan memblokir atau tidak aplikasi transportasi seperti Grab Car dan Uber untuk sementara waktu ini.
Rudi mengaku, akan mencari jalan keluar terhadap pertikaian yang terjadi antara pengusaha angkutan transportasi konvensional dengan pengusaha angkutan transportasi berbasis online.
"Karena aplikasi itu netral kok, saya dari awal tidak menyatakan diblokir atau tidak diblokir. Kepada temen-temen media juga pernah menawarkan mau ga diblokir. Tolonglah kepada temen-temen kita minta waktu buat saya untuk mencari solusi seperti apa," kata Rudiantara dalam konferensi persnya di Kantor Kominfo Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (15/03) sore.
Dikatakannya, Kominfo dalam kapasitasnya tidak bisa memutuskan buru-buru karena harus mempertimbangkan berbagai aspek.
Terkait layanan grab dan uber, pihaknya akan memfasilitasi apa yang menjadi kendala selama ini. Misalnya perizinian apa yang kurang dari jasa layanan aplikasi online tersebut. Disinggung apakah uber taxi dan grab taxi artinya masih bisa beroperasi di Jakarta, lagi-lagi Rudi enggan menjawab.
"Mau engga saya blokir, ini kita bicara kepada rekan-rekan, di hadapan Presiden juga saya sudah sampaikan sama seperti yang saya sampaikan kepada rekan-rekan," ujarnya.
Rudi menambahkan, pihaknya sudah bicara dengan pihak uber dan grab. Pada intinya, akan melengkapi apa yang belum mereka lengkapi. Seperti mereka harus punya wadah atau perusahaan tetap di Indonesia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




