SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Setelah gerhana Matahari total beberapa waktu lalu, Indonesia akan disambangi gerhana Bulan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya, Jawa Timur, memprediksi pada Rabu malam, 23 Maret 2016 akan terjadi gerhana Bulan penumbra.
Meski tidak sedramatis gerhana bulan total, fenomena penumbra ini tetap menarik karena Jupiter akan muncul lebih terang dari biasanya. Ketika ketinggian bulan purnama penumbra terjadi pada sekitar pukul 7.48 pagi ET, Jupiter akan terlihat lebih besar dan terang yang berdekatan dengan bulan.
Baca Juga: Kiai Asep Ungkapkan Makna Sholat Gerhana
Jupiter telah mendekat ke Bulan sejak Senin lalu. AS bagian barat dan tengah adalah negara yang akan menyaksikannya dalam posisi terbaik. Mereka akan bisa melihat Bulan yang menggelap. Beberapa wilayah timur Australia, Selandia Baru, Jepang, Asia timur dan tengah juga Pasifik juga akan mengalaminya sekilas.
"Seluruh masyarakat di Indonesia bisa menyaksikan gerhana Bulan penumbra ini pada Rabu malam," ujar Prakirawan BMKG Juanda, Taufik Hermawan.
Gerhana Bulan penumbra terjadi saat Bulan terbit di ufuk timur mulai pukul 16.36 WIB, kemudian mencapai puncaknya pukul 18.47 WIB. Gerhana akan berakhir pukul 20.57 WIB. "Jika cuaca benar-benar cerah, masyarakat bisa menyaksikannya," ucapnya.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total, Kemenag Jember Imbau Masyarakat Lakukan Sholat Khusuf
Ia menjelaskan, gerhana Bulan penumbra terjadi karena karena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semua sampai ke Bulan. Namun, gerhana Bulan penumbra hanya bisa disaksikan dengan teropong khusus.
Sebab, penampilan Bulan saat gerhana penumbra tak terlalu berbeda dari Bulan biasa. Hanya piringan Bulan saat gerhana penumbra tampak lebih redup. Gerhana Bulan penumbra akan maksimal disaksikan dengan teleskop.
Pada tahun ini, lanjut dia, terjadi tiga kali gerhana Bulan penumbra yaitu pada 23 Maret, 18 Agustus, serta 17 September. Sebelumnya, di Indonesia terjadi gerhana matahari total pada Rabu 9 Maret 2016 yang bisa disaksikan di sejumlah daerah di Tanah Air.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Pada 8 November 2022: Kaum Muslim Dianjurkan Sholat Khusuf
Sedikit informasi soal fenomena ini. Dikutip dari Science Alert, nama gerhana bulan penumbra diperoleh ketika Bulan bergerak ke bagian luar bayangan Bumi. Biasanya, bulan purnama biasa akan bergerak sebagian atau seluruhnya ke bagian bayangan utama Bumi.
"Bumi menghasilkan dua jenis bayangan yaitu Umbra dan Penumbra. Ketika Bulan bergerak ke bagian gelap bayangan Bumi (umbra), Bulan akan berubah warna jadi seperti merah tembaga," kata Blaine Friedlander pada Washington Post.
Ketika Bulan bergerak ke bagian luar bayangan (penumbra), bulan purnama akan jadi lebih sulit dilihat. Gerhana bulan total sendiri diperkirakan muncul lagi pada 31 Januari 2018. (met/rol/trb/lan)
Baca Juga: Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Pamekasan Terhalang Mendung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News