Pembebasan 10 WNI, Menhan: Mustahil Kerahkan Pasukan TNI, Tetap Tempuh Negoisasi

Pembebasan 10 WNI, Menhan: Mustahil Kerahkan Pasukan TNI, Tetap Tempuh Negoisasi Kelompok Abu Sayyaf saat deklarasi gabung ISIS. foto: ilustrasi/merdeka.com

Kendati situasi kacau balau, Octavio Dinampo - pengamat yang bertahun-tahun meneliti Abu Sayyaf - meyakini kondisi sandera masih aman. Mereka dilaporkan sudah dipindah ke Pulau Jolo, basis Abu Sayyaf lainnya, sebelum operasi militer digelar.

Dinampo mengatakan, para militan itu biasa membagi-bagi sandera ke faksi lain. Setiap faksi, walau berbeda komando, dipersilakan menjalankan sendiri upaya permintaan tebusan untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

"Itulah sebabnya kenapa Abu Sayyaf terdiri dari banyak kelompok, tapi masing-masing masih saling berkoordinasi," ujarnya seperti dilansir the Star, Senin (11/4).

Dari informasi terakhir yang dia peroleh, sandera Malaysia dan Indonesia kemungkinan ada di sekitar dataran tinggi Patikul, di Pulau Jolo. Untuk penculik empat pelaut Malaysia, pelakunya adalah kelompok Abu Sayyaf pimpinan Apo Mike. Sedangkan 10 WNI yang disekap sejak akhir Maret berada di lokasi berbeda, ditahan oleh kelompok lain pula.

Angkatan Bersenjata (AFP) mengaku tidak akan mundur, walau operasi akhir pekan lalu gagal total. Jenderal Hernando Iriberri, Panglima AFP, sudah terjun langsung menuju Basilan untuk memantau situasi sejak kemarin siang.

"Panglima sedih melihat operasi terakhir memakan korban tak sedikit. Namun yang diperintahkan kemarin agar kami tidak boleh berhenti dan menyapu bersih musuh," kata Brigjen Restituto Padilla, juru bicara AFP.

Tentara disergap saat sedang berada di bawah perbukitan kawasan Sitio Bayoko, Desa Baguindan, Tipo-Tipo, Provinsi Basilan. Pasukan ini terdiri dari Batalion Infanteri 44 dan Pasukan Elit ke-4 sedang dalam operasi untuk pembebasan sandera.

Kelompok militan dipimpin langsung Isnilon Hapilon and Furuji Indama, dua pentolan Abu Sayyaf kawakan. Baku tembak terjadi selama 10 jam sejak dini hari hingga menjelang siang. Empat tentara tewas dipenggal oleh para militan karena tertangkap. "Musuh berada di dataran tinggi jadi pasukan kami yang berusaha berlindung masih terkena berondongan peluru dan bom," kata Kolonel Benedict Manquiquis, juru bicara militer wilayah Basilan. (mer/sta)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO