Sak beras yang diamankan petugas.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Raskin masih menjadi primadona dalam mengisi pundi-pundi saku para kepala desa. Seperti Kades Candiburung kecamatan Proppo kabupaten Pamekasan tertangkap aparat menggelapkan raskin yang disembunyikan di rumah modinnya.
Aparat segera bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan beras warga miskin yang sudah diganti bungkusnya setelah mendengar laporan dari warga sekitar.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Polres Pamekasan Bongkar Sindikat Pencuri Perhiasan Antarpulau, Dua Wanita Ditangkap di NTB
Diduga raskin sebanyak 97 sak itu akan dijual setelah bungkusnya diganti dengan sak biasa yang tidak ada cap dari Bulog.
Menurut istri Modin, Odah, beras raskin itu dikirim ke rumahnya jam 8.00 pagi. "Yang ngirim orang suruhan kepala desa," ungkap Odah. Jum'at (22/4).
Odah bilang bahwa beras tersebut sisa dari raskin yang sudah dibagikan ke ke warga Candiburung.
Saat ditemui, Kades Candiburung dan modinnya, mengamini ucapan Odah bahwa beras itu sisa raskin. "Semua warga yang berhak sudah saya bagikan," ujar Fausan, kades Candiburung.
Barang bukti beras raskin sebanyak 97 sak diamankan di Mapolres Pamekasan untuk di jadikan bukti dalam proses penyidikan selanjutnya.
Menurut Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki, mengiyakan ada penggelapan raskin di Desa Candiburung kecamatan Proppo yang diamankan polisi.
Tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengharap aparat kepolisian secepatnya mengusut tuntas kasus ini. "Biar tidak terulang lagi di Desa Candiburung ini," ujarnya. (err/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




