Petisi ketiga, mendesak Saut mengklarifikasi, mencabut pernyataannya yang mengandung pencemaran nama baik HMI dan HAHMI di media nasional selama 5 hari berturut-turut.
Menanggapi aspirasi massa HMI ini, Agus juga menyayangkan sikap Saud. Menurutnya, tak semestinya dilakukan atas nama sebuah organisasi.
"Seorang pemimpin harus hati-hati berstatemen. Apalagi menyangkut organisasi besar. Kami akan bawa aspirasi kalian ke pusat karena ini menyangkut nasional," ujar Agus.
Sementara, Bupati Lumajang As'at Malik yang juga alumni HMI menyambut baik demo ini asalkan menyeru kebaikan. "Tidak apa. Ini gerakan moral asal menyeru kebaikan," sebutnya.
Untuk diketahui, pada tanggal 5 Mei lalu Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK periode 2015-2020 ketika tampil di salah satu TV swasta nasional menyebut bahwa alumni HMI adalah Koruptor.
"...lihat aja lagi tokoh-tokoh politik, itu orang-orang pintar semuanya. Orang-orang itu cerdas. Saya selalu bilang kalau dia HMI minimal dia ikut LK-1 (latihan kader 1). Ya...kan lulus itu. Yang anak-anak mahasiswa itu pinter. Tapi begitu jadi pejabat dia jadi jahat, curang, greedy, ini karena apa?...," kat Saut. (nis/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




