Soekarwo
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kendati saat ini sebagian besar fraksi-fraksi di DPRD Jatim keberatan jika persetujuan terkait proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KSP) Sistem Penyediaan Air Minum (KPS-SPAM) Umbulan di Pasuruan dilakukan sebelum 25 Mei 2016. Namun Gubernur Jatim, Soekarwo justru optimis karena proyek tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Jatim.
"Saya optimis tanggal 20 Mei mendatang, persetujuan dari DPRD Jatim terkait proyek SPAM Umbulan bisa terealisasi," ujar Gubernur Jatim, Soekarwo, Minggu (15/5).
BACA JUGA:
- Dapat Pendanaan Rp474 Miliar, ini Program Perumda Giri Tirta Gresik di Tahun 2022-2023
- Proyek Peremajaan Pipanisasi, Bupati Gus Yani Minta PDAM Giri Tirta Gandeng Pihak Ketiga
- Pembangunan SPAM Offtake Winongan, Solusi Kebutuhan Air Bersih Layak Konsumsi 3.046 Penduduk
- Dianggap Tak Serius Tangani Kekurangan Air Bersih, Ini Jawaban Bupati
Menurut Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo, proyek SPAM Umbulan itu sangat dibutuhkan masyarakat kelas menengah ke bawah karena harganya terjangkau.
"Kalau proyek SPAM Umbulan itu terealisasi maka masyarakat bisa membeli air minum dengan harga terjangkau dan kualitasnya sangat baik," dalih mantan Sekdaprov Jatim ini.
Terpisah, pihak Dewan terus mengkritisi proyek air bersih Umbulan. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hamy Wahjunianto mengaku fraksi-fraksi di DPRD Jatim minta waktu untuk diperpanjang itu hal yang wajar. Pasalnya, fraksi juga perlu melakukan pembahasan yang mendalam sebelum memberikan persetujuan.
"Selama hampir satu dasawarsa ini, proyek KPS yang dilakukan Pemprov Jatim tidak pernah minta persetujuan DPRD Jatim, namun khusus KPS SPAM Umbulan kok minta dan waktunya juga mepet, jadi wajar kalau DPRD hati-hati dan perlu melakukan pembahasan terlebh dulu," ujar politisi asal FPKS ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




