Terpisah, formatur menjelaskan alasan Yahya dipilih sebagai pengurus. "Dia sudah kerja dengan baik. Lakukan hal baik. Cukup tekun jalani kehidupan dia," kata anggota Tim Formatur, Roem Kono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5).
"Tiap orang punya kesalahan. Semua ada yang baik, ada yang buruk. Kalau baiknya banyak, itu kita nilai. Kita menilai bahwa banyak sekali kinerja mereka-mereka yang bisa diandalkan," ungkapnya.
"Kita bukan lembaga pemerintah. Itu tidak jadi problem," tambah Roem.
Loyalitas dan ketersediaan waktu juga jadi alasan Novanto memilih Yahya Zaini. Golkar tidak khawatir citranya terpengaruh. "Beliau konseptor yang baik, kinerjanya baik, punya waktu untuk urus partai. Wajar kalau dia masuk," ucap Ketua Ormas MKGR ini. "Insya Allah tidak (mempengaruhi citra Golkar)," lanjutnya.
Di sisi lain, di tengah proses itu, Setya Novanto dkk, juga Yorrys Raweyai dipanggil oleh Menko Polhukam Luhut Pandjaitan. "Kemarin ditelepon diminta bertemu di rumahnya siang ini (siang kemarin)," kata Yorrys kepada wartawan, Kamis (26/5).
Selain Yorrys, Luhut juga memanggil Setya Novanto dan Idrus Marham. Belum diketahui tujuan pemanggilan itu. "Kita lihat saja nanti," ujar Yorrys.
Terpisah, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menyebut pimpinan Golkar tidak menginginkan ada nama-nama yang pernah masuk berurusan dengan kriminal masuk dalam kepengurusan inti. Luhut akan mengecek ke Golkar.
"Saya cek. Setahu saya Golkar itu ingin tidak ada nama-nama yang pernah berurusan dengan kriminal masuk ke dalam kepengurusannya," ujar Luhut Pandjaitan di Balai Diklat Kemendagri, Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/5).
Menyoal pertemuannya dengan Setya Novanto dan Yorrys Raweyai hari ini, Luhut enggan menyampaikan isi pembicaraan tersebut. "Saya baru datang tadi pagi, nanti lah," kata Luhut.
Luhut menilai Setya Novanto terpilih secara demokratis. Oleh karenanya, dia meminta Novanto dibiarkan menyusun kepengurusannya tanpa ada intervensi. "Biarkan dia menyusun pimpinannya," kata Luhut. (dtc/mer/sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




