LAMONGAN (bangsaonline) – Kendat nampaknya jadi tren warga Lamongan seperti yang dilakukan oleh Juri (65) yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (22/5/2014).
Tubuh warga Dusun Piyak Desa Karangcangkring Kecamatan Kedungpring ini ditemukan kali pertama oleh Suwono,32, adik korban yang pulang dari bertani.
Ia curiga mendapati pintu, jendela rumahnya terkunci dari dalam .
Karena penasaran iapun kemudian berusaha mengintip ke dalam rumah dan hasilnya berhasil namun bukan rasa penasaran terobati justru Suwono dikagetkan dengan adanya sosok benda yang tergantung pada seutas tali tampar yang terikat pada blandar dapur rumah.
Ketika dilihat ia dikagetkan kalau sosok benda yang tergantung itu adalah kakaknya sendiri, sontak iapun berteriak minta tolong dan didengar tetangga korban yang kemudian berusaha menolong menurunkan korban.
Kasubag Humas Polres Lamongan AKP Umar Dami yang dikonfirmasi membenarkan aksi gantung diri ini.
"Dari keterangan keluarga kalau korban tertekan dengan penyakit gangguan jiwa yang dialaminya hingga akhirnya ia mengakhirinya dengan gantung diri," ungkapnya.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainnya, dan murni bunuh diri. "Dari hasil olah TKP menyebutkan kalau aksi bunuh diri dilakukan korban dengan cara korban mengikat tampar ke blandar kemudian mengikat lehernya dan ia memancar tempat tidur lalu melompat " tandasnya.