Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Prianggo PM.? foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Jalur sepanjang Kabupaten Bojonegoro sejak beberapa beberapa tahun terakhir menjadi pilihan bagi para pemudik yang akan menuju ke Jawa Tengah begitu juga sebaliknya.
Banyak yang memilih melewati jalur Bojonegoro karena jalur pantura Tuban - Rembang sering mengalami kemacetan. Selain itu, jalur tengah Ngawi - Solo juga kerap mengalami kemacetan. Sehingga, para pemudik memilih jalur Bojonegoro - Cepu.
BACA JUGA:
- Stasiun Bojonegoro Bakal Operasikan 4 KA Tambahan di Momen Arus Mudik Lebaran Idul Fitri
- Aktivitas Penumpang di Terminal Rajekwesi Masih Landai, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-4 Lebaran
- Kapolres Bojonegoro Tinjau Langsung Kesiapan Pengamanan Gereja Jelang Natal 2025
- Operasi Zebra Semeru 2025 di Bojonegoro Catat 1.473 Pelanggaran ETLE
Tapi, bagi para pemudik yang akan melintasi jalan Bojonegoro perlu berhati-hati. Sebab, banyak jalan sempit, jalan rawan kecelakaan dan jalan rusak. Jalan sempit misalnya, berada di Kecamatan Kalitidu, mulai Desa Ngringinrejo, Ngulanan, Mojosari dan Mayangrejo.
"Di titik-titik jalan sempit dan black spot kita pasangi stiker yang memendar apabila tersorot lampu. Juga kita pasang imbauan baner, publik adress sifatnya mobile dan rambu lalu lintas," jelas Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Prianggo PM, Rabu (29/6).
Ia menjelaskan, jalur yang rawan terjadi kecelakaan tahun sebelumnya ada tiga titik, di antaranya Baureno, Balen dan Kalitidu. Namun, tahun ini berkurang tinggal satu titik, yakni di Kalitidu.
"Para pemudik kami imbau untuk berhati-hati. Taati peraturan, patuhi rambu-rambu dan perhatikan kondisi kendaraan. Kalau ngantuk, capek, lelah langsung istirahat di pos pelayanan yang telah disediakan," paparnya. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




