Kemampuan untuk mengontrol ponsel dari jarak jauh ini kemudian digunakan untuk mengklik iklan, sehingga menambah penghasilan mereka. Ponsel juga bisa dikendalikan untuk menginstal aplikasi versi palsu.
"Hal ini tak dapat dicegah. Bahkan jika pengguna mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrik," tulis Kristy Edwards, peneliti Lookout.
"Malware ini menyebabkan ponsel dapat dikendalikan jarak jauh untuk menginstal aplikasi tambahan ke perangkat, sehingga meningkatkan pendapatan iklan si pembuatnya," imbuhnya.
Kristy Edwards mengatakan bahwa mayoritas android yang terinfeksi malware Hummingbad ini adalah versi KitKat dan Jellybean. Bahkan, android versi terbaru, Marshmallow, juga diperkirakan rentan atas malware ini.
"Kami sudah lama menyadari perkembangan malware ini dan kami saat ini terus-menerus meningkatkan sistem yang mampu mendeteksi itu. Kami secara aktif memblokir instalasi aplikasi yang terinfeksi untuk menjaga pengguna dan informasi mereka aman," begitu bunyi pernyataan Google terkait beredarnya malware Hummingbad.
Google sendiri telah merilis update keamanan terbaru untuk Android pada bulan ini. Sejauh ini, update tersebut mampu mengatasi lebih dari 270 bug (error). (bbc/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




