SURABAYA (bangsaonline) - Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) gagal dalam menutup sejumlah lokalisasi di Surabaya. Buktinya, beberapa lokalisasi yang sudah ditutup seperti Dupak Bangunsari dan Tambakasari para Pekerja Seks Komersial (PSK)-nya belum menerima kompensasi seperti yang dijanjikan Pemkot Surabaya.
Wisnu mengatakan, beberapa hari terakhir ini pihaknya melakukan pendekatan ke semua warga terdampak atas penutupan lokalisasi, termasuk Dolly dan Jarak. Dari hasil kunjungannya ke sejumlah lokalisasi ini, ditemukan bahwa, masih ada PSK yang belum mendapat ganti rugi dari Pemkot Surabaya.
BACA JUGA:
- Siapa Inisiator Penutupan 6 Lokalisasi di Surabaya, Ini kata Muballigh Tempat Protistusi
- Komunitas Jarak Dolly Surabaya Beri Bantuan di Dua Yayasan Panti Asuhan
- Komunitas Jarak Dolly Bagikan 350 Nasbung pada Warga dan Pengendara di Bekas Lokalisasi
- Puluhan Bonek-Bonita Jarak-Dolly Berbagi Takjil Nasbung dan Jajanan
Bahkan, pelatihan ketrampilan yang dijanjikan pemkot juga masih ada yang belum terlaksana. Semua hasil dari kunjungannya ini akan disampaikan ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk pengambilan keputusan penutupan Lokalisasi Dolly.
"Yang jelas, dari hasil saya bertemu dengan warga saya laporkan ke Bu Wali. Sekarang warga masih menunggu kepastian dari janji-janji pemerintah. Janji akan mendapat kompensasi maupun janji akan mendapat pelatihan ketrampilan," ujarnya usai sidang paripurna di gedung DPRD Kota Surabaya, kemarin.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, setidaknya ada empat lokalisasi di Surabaya yang sudah ditutup pemkot tapi belum terealisasi janjinya. Diantaranya, Sememi, Dupak Bangunsari, Tambakasri dan Klakahrejo. Dari temuannya ini, pihaknya akan segera menggelar rapat dengan instansi terkait guna penuntasan persoalan tersebut. Pihaknya sendiri tidak dapat mengambil tindakan maupun keputusan dalam menyikapi persoalan ini lantaran jabatannya hanya wakil walikota.
"Saya tidak dapat memutuskan, apakah dengan kenyataan yang ada di lokalisasi yang sudah ditutup ini, penutupan Dolly harus ditunda. Saya hanya tunggu instruksi dari walikota. Kalau saya memutuskan, tentu saya melampaui kewenangan saya," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




