Rais Syuriah-Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik, KH. Mahfud Ma'sum - KH. Husnan Ali. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Lahan RS itu nantinya, bisa di wilayah selatan seperti Kecamatan Menganti atau wilayah tengah seperti di Kecamatan Duduksampeyan. "SQ pada prinsipnya ingin RS itu didirikan di kecamatan yang belum ada rumah sakitnya. Sehingga, kian memudahkan masyarakat untuk berobat, " terangnya.
Qosim berharap keberadaan PT dan RS NU itu sudah bisa terwujud atau berdiri maksimal pada tahun 2017. "Lebih cepat lebih baik. Kami berharap tahun 2016 sudah terwujud. Maksimal tahun 2017," pungkas Qosim.
Sementara Pendiri RGS (Relawan Gerakan Sosial), H. M. Khozin Ma'sum menyatakan, bahwa pendirian RS NU dan PT NU itu harus diwujudkan pemerintahan SQ (Sambari-Qosim). Sebab, program tersebut janji SQ kepada masyarakat saat kampanye Pilkada 2015, lalu.
"Saya benarkan bahwa pembangunan RS NU dan PT NU itu janji SQ. Makanya, program itu harus terwujud," kata Khozin yang menjadi salah satu pendukung SQ saat Pilkada 2015 ini.
Untuk mewujudkan RS NU dan PT NU, lanjut Khozin, maka SQ harus lakukan sinergisitas dengan pimpinan dan pengurus PCNU Gresik baru di bawah komando KH. Mahfud Ma'sum dan KH.Husnan Ali.
"Ya, SQ harus bisa sinergi dengan beliau-beliaunya untuk mewujudkan program yang telah dinanti-nantikan warga NU tersebut," jelas Bendahara DPP Bakuppi(Badan Kerjasama Ulama dan Pondok Pesantren Indonesia) ini.
Khozin menambahkan, SQ pada saat kampanye Pilkada menelorkan program pembangunan RS NU dan PT NU diilhami keinginan mulia untuk membesarkan NU Gresik. Sebab, organisasi NU merupakan organisasi terbesar di Gresik, namun belum nemiliki RS maupun PT. Padahal di daerah lain sudah memilikinya.
"Dalam kurun tahun 2016-2017 mendatang dua project besar itu sudah harus terwujud, " pungkas cucu KH.Abdul Karim ini. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




