gapura pintu masuk kampung kue. foto: mega melati/BANGSAONLINE

almon krispi, satu kue favorit andalan di kampung kue.
Hampir 95 persen, pembuat kue menitipkan kue mereka di Jalil. “Saya punya stand di pasar. Saya menjualkan kue-kue para ibu Kampung Kue. Karena saya ingin mendorong para ibu Kampung Kue yang dulunya tidak bisa memberikan uang jajan pada anak, sekarang sudah bisa beli rumah, beli sepeda motor sendiri,” papar Djalil.
Penghasilan pembuat kue di Kampung Kue bisa membantu suami memenuhi kebutuhan sehari-hari sampai ada yang bisa membeli rumah sendiri. “Kesejahteraan orang Kampung Kue terangkat dengan adanya Kampung Kue,” jelas Djalil.
Kampung Kue berada di Jalan Rungkut Lor Gang 2 RT 04/RW 05. Dulu awalnya sudah banyak para ibu yang membuat dan menjual kue basah di kampung ini, tetapi masih sendiri-sendiri. Tetapi, semenjak menjadi Kampung Kue yang diresmikan pada tahun 2010, para penjual kue di Kampung Kue sudah terkoordinasi.
Iis (35) berjualan kue sejak 9 tahun lalu. Baru masuk ke dalam kelompok Kampung Kue beberapa tahun terakhir. Iis biasanya menjual Pastri. Dan dititipkan ke Djalil untuk dijualkan di pasar. Omset tiap harinya Rp 375 ribu, yang setiap hari menitipkan kue sekitar 300 buah/hari. Tetapi jika ada pesanan, bisa membuat dan mendapatkan omset yang lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




