Tas dari kardus bekas yang dihiasi manik-manik. sangat elegan. dan diberi merk. foto: luckman hakim/ BANGSAONLINE
“Setelah itu saya membuat beberapa dompet, dan respon pasar bagus sama dompet buatan saya, tapi saya buatnya gak banyak-banyak soalnya saya buatnya sendiri dan juga kadang itu anak saya rewel, tapi kalau saya membuat dompet paling banyak 10 biji biar terkesan lebih eksklusif,” akunya.
Dwi sudah memulai membuat dompet dari kardus bekas hampir 1 tahun, dulunya dia membuat kotak-kotak untuk tempat kain batik dan lain-lain mulai dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar sudah dia jalani selama 3 tahun sekarang.
Kedua produknya dipasarkan di Royal Plaza, dan penjualan secara online. Dwi mengaku kewalahan untuk memenuhi pesanan dari Royal Plaza dan online, “Saya saja udah kewalahan memenuhi pesanan dari Royal sama onlinenya, soalnya kan saya ngerjainnya sendirian, ada anak juga jadi ya gitu,” aku dia.
“Bisnis yang paling banyak peminatnya itu kemasan karena sudah di mulai dari 3 tahun yang lalu dan pelanggannya juga sudah banyak, kalau dompet ini barusan tapi sudah lumayan pesanannya,” kata dia.
Omzet dari kedua usaha dia bisa mencapai Rp. 2-5 juta perbulan, jika ada pesanan atau ada event tertentu bisa mencapai Rp 2 juta perhari. (luckman hakim/UTM)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




