Menik Kliwul, Aksesoris dari Adonan Clay

Menik Kliwul, Aksesoris dari Adonan Clay Tampilan asesoris dari clay. foto: istimewa

Retty yang memulai usaha kalung dan clay nya sejak tahun 2010 ini mengerjakan semua produknya sendiri. “Semua masih saya kerjakan sendiri. Pernah mengerjakan orang, tapi sampai sekarang masih belum nemu partner yang pas. Dulu pernah ngajak teman, tetapi dia tidak telaten dalam membulat-bulatkan benangnya. Akhirnya sampai sekarang tetap saya sendiri yang mengerjakan,” akunya.

Jadi saat ini dia masih membatasi pesanan dummy agar bisa focus membuat dan mengupdate bentuk kalung tali nilonnya. “Belum ada yang buat kalung sepertiku. Kalung semacam ini original. Pakai tali dan benang tapi tidak rajut. Awalnya sih ini produk gagal tetapi kok malah banyak yang suka,” akunya.

Selain kalung, produk Menik Kliwul tidak hanya kalung, melainkan bros yang menggunakan clay sebagai hiasan. Retty juga biasanya mengkombinasikan clay dengan benang nilon untuk bros buatannya. Harga kalung dan bros berdasarkan model dan tingkat kerumitan. Mulai dari Rp. 25 ribu – Rp. 175 ribu.

Pemasaran selain lewat pameran, juga melewati media online, seperti instagram dan facebook. “Saya pengen menitipkan di outlet tapi takut kewalahan karena sudah pasang di online. Untuk memenuhi pesana lewat media online saja sudah kuwalahan,” aku Retty.

Retty mengaku dalam sehari dia bisa menyelesaikan 10 kalung model sederhana. Kalau yang rumit cuma 2 kalung. Dia juga menerima pesanan. Pembeli biasanya lebih banyak dari luar negeri, seperti India, China. “Peminat yang dari local biasanya kurang suka gaya etnik, kurang menghargai handmade juga,” kata Retty.

Omzet perbulan produk Menik Kliwul sekitar Rp. 2 - 3 juta. “Untuk omzet sih gak pasti tetapi rata-rata ya sekitar Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta,” akunya. (megamelati/UTM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO