Jamintel Diminta Cari Dokumen Asli TPF Munir, Muchdi: Bela Munir, Aktivis Cuma Cari Uang

Jamintel Diminta Cari Dokumen Asli TPF Munir, Muchdi: Bela Munir, Aktivis Cuma Cari Uang Muchdi Purwopranjono

"Dokumen asli bukan suatu syarat dalam melanjutkan proses hukum. Proses hukum itu syaratnya apa? Kemauan politik," ucap Hendardi.

Hendardi menuturkan, kemauan politik pemerintah dalam upaya penyelesaian kasus dapat diwujudkan dengan melakukan pembentukan TPF baru.

Menurut Hendardi, pembentukan tim baru dibutuhkan mengingat TPF pada 2005 memiliki banyak kendala dalam menjalankan tugas.

Hendardi menuturkan, salah satu kendala yang dialami oleh TPF adalah sulitnya akses untuk mencari informasi dari narasumber terkait pembunuhan .

"Karena kami dihalang-halangi saat ingin memeriksa anggota BIN. Beberapa mantan pejabat juga lari-lari terus saat kami panggil dengan berbagai alasan," ucap Hendardi.

Selain itu, kata Hendardi, TPF juga memiliki kendala karena tidak dapat mengakses dokumen yang berkaitan dengan kasus . "Kemudian akses terhadap dokumen hampir kami tidak dapat. Dokumen kebanyakan kami peroleh sendiri," kata Hendardi.

Selain itu, kata Hendardi, kemauan politik pemerintah dapat diwujudkan dengan memerintahkan Jaksa Agung mengajukan peninjauan kembali terhadap putusan bebas Mayjen TNI (purn) Muchdi Purwopranjono (PR) dalam kasus pembunuhan .

Sementara Mantan Komandan Pasukan Khusus (Koppasus) TNI Angkatan Darat Mayjend TNI (Purn) Muchdi Purwopranjono mengemukakan, hiruk-pikuk pengungkapan kasus akhir-akhir ini hanya untuk mencari sensasi. Hiruk-pikuk itu dimanfatkan oleh orang tertentu untuk mencari uang.

"Itu sensasi aja. Kasus itu tidak akan selesai karena dimanfaatkan sekelompok orang untuk mendapatkan uang," kata Muchdi dalam diskusi dengan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) di Jakarta Selatan pertengahan pekan lalu.

Ia tidak yakin Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Kontras dan Setara Institute berjuang penuh untuk mendapatkan keadilan dalam kasus . Istri , Suciwati juga tidak akan bisa mendapatkan apa yang dia harapkan. Apa yang mereka perjuangkan lebih untuk mendapatkan simpati dari lembaga donor yang berada di Amsterdam, Belanda.

"Baik Hendardi, Usman Hamid, dan yang lainnya hanya memanfaatkan kasus itu. Pada ujungnya supaya dapat uang dari Amsterdam," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Muchdi pernah didakwa sebagai aktor pembunuh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) . Namun pengadilan kemudian membebaskannya. Yang dijatuhi hukuman hanya mantan pilot senior Garuda Pollycarpus. (tic/ant/det/trb)

Sumber: detik.com/antaranews.com/detik.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO