
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan antara Polisi dan massa beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dinilai Kapolda Metro Jaya Irjan M. Iriawan sebagai ulah provokator.
"Siapa itu yang menembakkan gas air mata. Kita tidak perintahkan," ungkap Kapolda Iriawan di lokasi kejadian.
Anak buahnya mengatakan bahwa tembakan itu berasal dari kelompok HMI. Iriawan terlihat geram. "Kita diprovokatorin sama HMI ini," katanya kesal.
Aksi lempar batu tak terhindarkan. Polisi bertahan dengan menggunakan tameng hitam. Tidak hanya batu, tapi juga ada lemparan botol. Polisi mencoba membubarkan massa. Mobil water cannon mulai menyemprotkan air untuk membubarkan bentrokan.
Akibat bentrok yang terus tejadi, tiga anggota kepolisian terluka akibat lemparan batu dan pukulan kayu. Di antara mereka, terdapat pula Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigjen Pol Suntana, dia tumbang setelah menghirup gas air mata.
Suntana dan tiga anak buahnya langsung dievakuasi dari lokasi bentrokan. Mereka dibopong sejumlah petugas ke lokasi yang lebih aman.
Di sisi lain, anggota Front Pembela Islam (FPI) terus berupaya menenangkan perusuh, yang sebagian besar massa beratribut HMI, dengan menaiki mobil kepolisian. Namun upaya tersebut tidak diindahkan.
Kerusuhan ini bermula saat massa hendak membubarkan diri setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tetapi massa beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menolak membubarkan diri.
Massa menyerang polisi yang berjaga depan kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat. Tejadi saling serang antara kedua pihak.
Ulah massa beratribut HMI dari Makassar ini sempat diredam oleh anggota Front Pembela Islam (FPI). Anak buah Habib Rizieq itu berdiri di depan tameng polisi. Namun aksi HMI melempari polisi tak berhenti, FPI memilih minggir ke arah Monas.
"Hoi tenang kita bersaudara," teriak anggota FPI. Sementara itu mobil orasi terus meneriakkan 'takbir-takbir, hidup NKRI'.
Massa berbedera HMI juga sempat terlibat keributan dengan FPI. Ada bacaan Alquran dikumandangkan untuk menenangkan keadaan.(mer/cnn/tic/lan)