Bentrok antara massa beratribut HMI dengan petugas kepolisian. foto: merdeka.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan antara Polisi dan massa beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dinilai Kapolda Metro Jaya Irjan M. Iriawan sebagai ulah provokator.
"Siapa itu yang menembakkan gas air mata. Kita tidak perintahkan," ungkap Kapolda Iriawan di lokasi kejadian.
BACA JUGA:
- MD KAHMI Sidoarjo 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Dukung Pembangunan
- Demo 'Reset Bangkalan' Ricuh hingga Mahasiswa Disemprot Water Cannon, Bupati Minta Maaf
- Musda II KAHMI Sidoarjo Pilih Presidium Baru, Siap Kawal Pembangunan Daerah
- Gus Qowim Hadiri Pelantikan Raya HMI Cabang Kediri 2025-2026 serta Simposium Kebangsaan dan Keumatan
Anak buahnya mengatakan bahwa tembakan itu berasal dari kelompok HMI. Iriawan terlihat geram. "Kita diprovokatorin sama HMI ini," katanya kesal.
Aksi lempar batu tak terhindarkan. Polisi bertahan dengan menggunakan tameng hitam. Tidak hanya batu, tapi juga ada lemparan botol. Polisi mencoba membubarkan massa. Mobil water cannon mulai menyemprotkan air untuk membubarkan bentrokan.
Akibat bentrok yang terus tejadi, tiga anggota kepolisian terluka akibat lemparan batu dan pukulan kayu. Di antara mereka, terdapat pula Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigjen Pol Suntana, dia tumbang setelah menghirup gas air mata.
Suntana dan tiga anak buahnya langsung dievakuasi dari lokasi bentrokan. Mereka dibopong sejumlah petugas ke lokasi yang lebih aman.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




