Direktur SDM & Umum PG, Rahmat Pribadi ketika penganugerahan ASEAN Risk Award 2016. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
BALI, BANGSAONLINE.com - PT Petrokimia Gresik berhasil meraih penghargaan terbaik untuk Kategori Risk Advocate dalam gelaran ASEAN Risk Awards 2016 yang diselenggarakan oleh CRMS Indonesia bekerjasama dengan ERMA Singapore.
ASEAN Risk Awards 2016 merupakan penganugerahan untuk seluruh perusahaan yang telah menerapkan Manajemen Risiko dengan berbagai ukuran bisnis, jenis industri, maupun negara asal serta mempunyai semangat yang sama dalam meningkatkan model pengelolaan risiko yang terbaik.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur SDM & Umum Rahmad Pribadi pada Malam Penganugerahan (Awards Ceremony) ASEAN Risk Awards 2016 yang diselenggarakan di Bali dan dibuka oleh Tim Corbett selaku Board Member of ERMA USA dan President of SmartRisk USA, Rabu (8/12).
Pada sambutannya, Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa PT PG sangat mengapresiasi kegiatan penganugerahan yang telah diinisiasi oleh CRMS Indonesia dengan peserta berbagai perusahaan-perusahaan di negara-negara ASEAN.
Selain itu, PT PG juga sangat terhormat bisa memperoleh penghargaan menjadi yang terbaik dalam kategori Risk Advocate, sehingga penghargaan tersebut juga menjadi pelecut dalam menerapkan tata kelola, khususnya penerapan manajemen risiko yang lebih baik dalam perusahaan.
Dalam ASEAN Risk Awards 2016, terdapat 8 pemenang untuk kategori sebagai berikut: ASEAN Risk Champion dengan pemenang ABM Investama - Indonesia, ASEAN GRC Award dengan pemenang Government Service Insurance System (GSIS) - Filipina, Risk Advocate dengan pemenang Petrokimia Gresik - Indonesia, Risk Innovation dengan pemenang Indonesia Power - Indonesia, dan Risk Technology dengan pemenang Pertamina EP - Indonesia.
Kemudian, Public Initiative dengan pemenang BPJS Ketenagakerjaan - Indonesia, Public Risk dengan pemenang BPJS Kesehatan - Indonesia, dan Risk Educator dengan pemenang Accounting Research Institute/ARI Universiti Teknologi MARA - Malaysia. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




