Pergeseran pola pengasuhan Ibu dewasa ini, setidaknya terpotret ke dalam dua tipologi. Pertama pengasuhan permissive-indulgent adalah suatu gaya pengasuhan di mana Ibu terlibat dalam kehidupan anak, tetapi menetapkan sedikit kendali atas mereka. Pengasuhan jenis ini diasosiasikan dengan kurangnya kemampuan pengendalian diri anak, karena Ibu cenderung membiarkan anak-anak mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan.
"Akibatnya anak-anak tidak pernah belajar mengendalikan perilaku mereka sendiri dan selalu mengharapkan agar semua kemauannya dituruti," lanjut Susanto.
Kedua, pengasuhan permissive-indefferent, yaitu suatu gaya pengasuhan di mana Ibu tidak terlibat dalam kehidupan anak. Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua jenis ini cenderung kurang percaya diri, pengendalian diri yang buruk, dan rasa harga diri yang rendah.
Kecenderungan proses pengasuhan yang terjadi saat ini lebih mekanistis, sehingga peran pengasuhan Ibu terjadi distorsi. Aktivitas Ibu yang sangat sibuk di luar rumah, meminimalisir proses sosialisasi dengan anak. Adanya lembaga non-keluarga seperti tempat penitipan anak, kelompok bermain, taman kanak-kanak dan sekolah telah menyedot sebagian kehidupan anak dari proses di dalam keluarga.
"Dengan demikian posisi Ibu sebagai pendidik pertama dan utama kini bahkan mulai tergeser posisinya oleh sekolah dan lingkungan sosialnya," tandasnya. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




