Sukilah (60), warga Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, dirampok, Rabu (28/12).
Pelaku langsung melucuti perhiasan yang dikenakan oleh korban. Kalung dan liontin seberat 15 gram, gelang delapan gram, dan anting-anting tiga gram dilucuti paksa. Pelaku lalu dibawa ke dalam kamar dan dikunci dari luar agar tidak bisa mengejar. “Saya lepaskan ikatannya. saya keluar dari pintu sebelah, karena kamar saya ada dua pintu,” tutur Sukilah.
Melihat pelaku yang kabur ke arah selatan, Sukilah berteriak meminta bantuan pada para tetangga. Saat itu muncullah Sundari (54) tetangga korban yang melihat korban beteriak-teriak di jalan minta tolong.
Saat itu, Sukilah menceitakan bahwa ia baru saja dirampok oleh seorang wanita yang baru saja dipijatnya. “Setiap ada motor saya hentikan, saya minta tolong untuk mengejar pelaku, akhirnya pelaku dapat ditangkap oleh warga,” cerita Sundari.
Setelah tertangkap, pelaku kembali berulah dengan membuka tas dan melemparkan helm yang dibawa ke arah warga. Karena warga menghindar, pelaku kembali kabur, sehingga warga dan aparat polisi Polsek Gandusari yang datang ke lokasi kejadian langsung mengejarnya.
Usai tertangkap yang kedua kalinya, Suparmi akhirnya diamankan di Mapolsek Gandusari beserta barang bukti yang berhasil disita dari pelaku. “Pelaku sempat membuang semua perhiasan yang sudah diambil, untuk mengelabui petugas,” ujar AKP Purwadi, Kapolsek Gandusari.
Kepada petugas, Suparmi ibu tiga anak ini, mengaku hasil kerja suaminya sebagai pencari pasir di aliran kali lahar Gunung Kelud tidak mencukupi untuk kebutuhan.
Meski sudah tertangkap basah, Suparmi tetap mengelak bahwa ia datang ke rumah korban untuk sengaja merampok. Menurutnya, ia datang karena ingin pijat, setelah punggungnya terkilir. “Saya tidak tahu, tiba-tiba punya niat begitu saja melihat perhiasan emas Mbok Sukilah,” kilahnya. (tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




