Ahok saat memasuki ruang sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).
Selain itu Ahok juga keberatan pernyataan Pedri Kasman ini menyebutkan Pemuda PP Muhammadiyah tidak memiliki akses bertemu dengannya. Ahok pun menyampaikan Ketua Pemuda PP Muhammadiyah Daniel sering ke Balai Kota Jakarta dan pernah memilih Ahok sebagai gubernur bersih. “Hubungan saya dengan Pemuda Muhammadiyah sangat dekat,” ucap Ahok.
Irena Handono saksi pelapor kedua yang dihadirkan JPU juga menolak melakukan klarifikasi. Saat salah satu tim penasihat hukum Ahok, Sirra Prayuna, menanyakan pelapor yang tidak melakukan tabayun (klarifikasi ulang) sebelum melaporkan Ahok ke Kepolisian, Irena justru menantang penasihat hukum Ahok itu.
"Anda sudah siap dengan jawabannya? Ketahuilah tabayun adalah hukum di dalam Islam. NKRI itu negara hukum. Kalau dalam hukum Islam, terdakwa sudah diusir," ujar Irena seperti dikutip dari Republika.co.id.
Mendengar jawaban Irena, ketua majelis hakim, Dwiyarso Budi Santiarto, langsung menanyakan apakah tidak sebaiknya sebelum melapor melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Irena pun langsung menjawab bahwa klarifikasi adalah tugas dari Kepolisian. "Saya taat hukum, yang memiliki tugas untuk cek dan ricek itu Kepolisian. Saya sebagai warga negara hanya memiliki hak untuk melapor," kata Irena.
Tak puas dengan jawaban Irena, Sirra langsung menimpali dengan pertanyaan mengapa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melakukan tabayun sebelum mengeluarkan fatwa ihwal mantan bupati Belitung Timur itu yang telah menghina Alquran. "Kalau untuk itu kan ada saksi ahli dan bisa langsung ditanyakan ke MUI," kata Irena.
Dwiyarso pun sepakat dengan ucapan Irena. "Saudara bisa tanya ke yang bersangkutan yaitu saksi fakta," katanya.
Sementara di luar arena persidangan, seorang pria berambut cepat tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Dengan lantang dia teriak 'bebaskan Ahok' di tengah-tengah massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Hal itu terungkap pada video yang diunggah akun instagram dpp_fpi di youtube, kemarin (10/1).
Ulah pria itu langsung menyulut emosi massa. Dengan cepat dia diamankan. Beberapa pukulan juga sempat di wajahnya. Beruntung polisi yang berada di lokasi sigap mengamankan.
Massa GNPF mendatangi Kantor Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Mereka melakukan orasi ketika calon gubernur DKi Basuki T Purnama menjalani sidang penistaan agama.
'Ahokers yg menyusup di barisan Umat Islam tertangkap Laskar Betawi, dan diamankan Laskar FPI untuk diserahkan ke pihak Kepolisian'. demikian celoteh akin #kawalsidangpenistaagama. (Detik.com/Liputan6.com/Republika.co.id)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




