BPBD Sebut Sedimentasi dan Penyempitan Sungai Sadar sebagai Biang Keladi Banjir

BPBD Sebut Sedimentasi dan Penyempitan Sungai Sadar sebagai Biang Keladi Banjir Aksi gotong royong warga dan Pemda setempat memperbaiki tanggul yang rusak. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

"Akibatnya ya airnya meluap dan menenggelamkan desa-desa di sepanjang sungai ini."

Meski mulai surut, warga yang tinggal di sekitar sungai ini tetap diminta waspada. Pasalnya, Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis tingginya intensitas curah hujan sampai Maret.

"Pertengahan Maret adalah tinggi-tingginya curah hujan. Kita hanya berdoa saja," tambahnya.

Sementara itu, BPBD setempat bersama sejumlah warga berjibaku memperbaiki tanggul yang rusak. Warga menggunakan bambu gedeg untuk membentengi tanggul dan menggronjong dengan batu. Aksi gotong royong warga di lokasi bencana ini dilakukan warga desa Kweden dan Jabon Tegal. Demikian dengan warga desa Salen dan Gebang Malang melakukan gerakan serupa.

Seperti diketahui, sebanyak empat tanggul dilaporkan rusak parah akibat diterjang debit Sungai Sadar yang merendam ribuan perkampungan di Kota dan Kabupaten Mojokerto sejak Senin dini hari. Kerusakan bibir penahan aliran air yang membelah dua wilayah pemerintahan terparah di Dusun/Desa Gebang Malang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Tanggul yang rusak mencapai 10 meter.

Akibat jebolnya tanggul ini, membuat 625 rumah milik warga dan 67 hektar tanaman padi di lokasi setempat terendam banjir. "Saat awal tanggul jebol, rumah dan sawah warga terendam air hingga ketinggian 1 meter. Pagi ini (Rabu, red) kondisinya sudah susut menjadi 30 cm," imbuhnya. (yep/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO