Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Sementara terkait Unmer, wali kota menyebut, dari total luas tanah seluas 3 hektar, sudah dipakai oleh Unmer seluas 1,9 hektar. Menurut Kejati, perjanjian itu belum dipenuhi kewajibannya. Pemkot ingin mengambil lagi luasan 1,1 hektar tanah di sana untuk kepentingan publik.
“Kami janji ke anak-anak untuk membuatkan kolam renang. Apalagi, aksesnya itu bagus di jalan utama,” jelas wali kota.
Terkait tim penyelamat aset yang merupakan sinergi Pemkot dengan jajaran samping seperti kejaksaan, kepolisian dan Direktorat jenderal Kekayaan Negara (DJKN), wali kota menyebut tim tersebut akan segera bekerja. Nantinya akan ada SK wali kotanya.
“Tim penyelamat ini yang akan membantu mengamankan aset dan juga menyelesaikan permasalahan aset,” sambung wali kota.
Terlepas dari beberapa aset yang terancam lepas, wali kota menyebut sudah ada beberapa aset yang berhasil kembali/diamankan. Semisal aset di Gunung Anyar yang akan digunakan untuk SMP Gunung Anyar. Termasuk juga untuk makam di Keputih.
“Aset-asetnya Pemkot itu banyak. Yang kemarin saya sampaikan tujuh dan sembilan itu belum selesai, dan masih banyak lagi. Tapi sudah banyak yang kembali,” jelas mantan Kepala Bappeko ini. (yul/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




