Bingung Usai Dipecat dari Pekerjaannya, Warga Tutur Pasuruan ini Bujuk Istri untuk Ikut Bobol Toko

Bingung Usai Dipecat dari Pekerjaannya, Warga Tutur Pasuruan ini Bujuk Istri untuk Ikut Bobol Toko

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Dimas Bagus Mahayase bukan suami yang bisa menjadi panutan. Buktinya, pemuda 21 tahun itu malah mengajak Siti Maudalikhah, istrinya, untuk berbuat kejahatan. Warga Desa Andonosari, Tutur, Pasuruan, itu beberapa kali membobol toko elektronik.

Dimas dan Siti menikah awal tahun lalu. Dia lantas mengajak istrinya ke Kota Delta untuk mencari pekerjaan. Dimas tidak menemui hambatan karena langsung diterima sebagai pegawai toko galangan di Lemahputro, Sidoarjo.

Namun, satu bulan belakangan dia dipecat. Dimas pun kelabakan. Terlebih, istrinya tengah hamil tua. Dia lantas mencari jalan pintas agar bisa terus mencukupi kebutuhan. Dimas akhirnya kepikiran untuk membobol toko elektronik tidak jauh dari bekas tempat kerjanya.

Dimas mengajak Siti saat beraksi pertengahan Maret. Dia mengelabui istrinya sendiri. Dimas berdalih mendapat banyak potongan harga untuk membeli barang elektronik dari temannya.

Siti sempat bingung karena suaminya sudah tidak bekerja. Meski begitu, dia tidak terlalu memikirkan kecurigaannya. Dimas memboncenganya ke sebuah toko elektronik di Jalan Diponegoro sekitar pukul 23.00.

“Istrinya menunggu di depan toko, suaminya naik ke atas toko dengan cara memanjat,” ujar Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Rochsulullah kemarin (18/9).

Siti semakin bertambah bingung dengan apa yang dilihatnya. Dia sempat menegur suaminya. Namun, lagi-lagi Dimas meyakinkannya bahwa teman yang menjadi jujukan memang tidur di bagian atas toko. Siti yang polos pun hanya mengangguk mendengar jawaban itu. “Modusnya membobol plafon,” lanjutnya.

Dimas kemudian mengambil lima televisi led. Dia membawa keluar dan menyerahkannya kepada Siti. Mereka lantas pulang ke tempat kosnya di Sidokare, Sidoarjo. “Jadi, istrinya diminta untuk membantu membawa barang curian,” katanya.

Barang-barang itu selanjutnya dijual kembali oleh pelaku. Dimas menawarkannya ke situs jual beli online. Merasa aksinya mulus, dia kembali melancarkan aksinya. Sasaran terbarunya adalah konter handphone di Jalan Gajahmada, Sidoarjo.

“Modusnya sama dengan yang pertama,” tutur perwira polisi dengan satu melati di pundak itu.

Rochsul mengatakan, pihaknya mendapat petunjuk identitas pelaku dari rekaman closed circuit television (CCTV) di lokasi. Dari rekaman itu polisi berhasil meringkus pelaku. “Istrinya ditangguhkan karena alasan kemanusiaan,” jelasnya.

Mantan Kaurgakkum Subbid Provos Propam Polda Jatim itu mengungkapkan, istri pelaku saat ini tengah hamil delapan bulan. Untuk itu, penyidik merasa tidak perlu melakukan penahanan sementara waktu. Meskipun statusnya sudah tersangka. “Berkas tetap lanjut,” ucapnya.

Sementara itu, Dimas mengaku gelap mata. Dia nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi setelah dikeluarkan dari pekerjaan. “Untuk persalinan istri butuh banyak uang, padahal sudah tidak kerja,” katanya. (cat/rev)